Thursday, May 7, 2020


MOTIVASI MENULIS SETIAP HARI DAN MENERBITKAN BUKU
Bersama:
Dadang Kadarusman



Jum’at, 1 Mei 2020 bertepatan dengan hari buruh nasional, kuliah online tetap berjalan. Diawali dengan mengucapkan salam "Assaalamu alaikum Warahmatullahi wabarakatuh, Selamat siang semuanya, semoga sehat semuanya dan dapat berpuasa di bulan ramadhan yang indah ini. Siang hari ini kita akan mendapatkan pengetahuan dan pengalaman dari seorang yang luar biasa. Beliau adalah bapak Dadang Kadarusman."

Kuliah online lewat online ini akan dipandu oleh bapak Bambang Purwanto dari Bandung, Pak Bambang ini boleh dipanggil Mr. Bams. Mr. Bams juga mengawali dengan mengucapkan salam "Assaalamu alaikum Warahmatullahi wabarakatuh bapak Ibu sekalian. Saya berterimakasih kepada Omjay yang telah berbaik hati mengajak saya ambil bagian dalam program pelatihan ini." dan Mr. Bams melanjutkan saya juga berterimakasih kepada bapak ibu guru sekalian karena berkenan untuk menyimak topik yang akan saya bawakan. Nama saya Dadang Kadarusman. Ayah saya seorang guru sekolah dasar. Ketika saya masih kecil, beliau sering membawakan buku-buku bacaan. Dari situ saya jadi suka membaca. Dan dari suka membaca itu kemudian saya berkeinginan untuk menulis. Jadi sejak kecil saya sudah menulis. Sampai hari ini, alhamdulillah Allah kasih saya kekuatan untuk terus menulis. 

Itu sedikit sekilas tentang narasumber kali ini.

Pak Dadang mengatakan "Dalam forum ini mungkin saya hanya bisa membawakan materi sedikit saja karena adanya keterbatan ilmu saya dan hal-hal lainnya. Namun semoga yang sedikit ini bisa menjadi tambahan referensi bagi bapak ibu yang ingin meningkatkan kemampuan menulisnya." Kemudian beliau melanjutkan saya rasa perkenalannya cukup sekian dulu ya Om B. Jika bapak dan ibu ingin mengenal saya lebih lanjut silakan kunjungi website saya www.dadangkadarusman.com

Tepat pukul 13.00 Wib Pak Deka panggilan familiar dari pak Dadang kadarisman dimulai. Berikut materinya dengan tema tentang:

MENULIS SETIAP HARI dan MENERBITKAN BUKU

Cara apa yang tidak Anda ketahui itu?
Saya tidak tahu apakah hal itu juga dihadapi oleh bapak ibu di forum ini. Ya cara menerbitkan buku, jawabnya.

Apa itu yang harus diperbaiki?
Pikiran dia tentang "Cara Menerbitkan buku."
Tapi dari dialog sederhana itu kemudian saya melihat ada 1 aspek yang perlu diperbaiki pada orang yang ingin mempunyai hasil karya berupa buku.

Bapak Ibu ketahuilah bahwa hari ini, menerbitkan buku itu sangat mudah sekali. Beda dengan 20 tahun lalu ketika saya pertama kali ingin menerbitkan buku. Ditolak penerbit itu biasa sekali. Sekarang tantangan terbesar kita BUKAN pada menerbitkan bukunya. Melainkan pada MENULIS SETIAP HARInya. Jika kita bisa menulis setiap hari, maka kita akan sampai pada titik dimana kualitas tulisan kita akan sangat menarik bagi penerbit. Kita, tidak perlu mendatangi penerbit lagi. Mereka yang datang kepada kita. Buku-buku saya pada umumnya adalah hasil dari penerbit datang dan menwarkan untuk menerbitkan naskahnya. Kan enak ya kalau begitu. Nantinya tinggal bapak ibu aja mau menerbitkannya atau tidak. So, pembahasan kita kali ini akan saya fokuskan kepada cara menulis setiap harinya. Sebab saya percaya bahwa, penerbit akan mendatangi anda jika skill menulis anda sudah sesuai dengan yang mereka cari.

Jadi pelajaran pertama, jangan lagi berpikir bahwa menerbitkan buku itu susah. Gampang banget. Lalu bagaimana seseorang bisa menulis setiap hari? Yang kedua, kenapa kita perlu menulis setiap hari? Karena menulis setiap hari itu membantu menjaga keselarasan antara otot-otot tubuh kita, juga jiwa. Jadi, nanti kalau kita sudah terbiasa menulis. Melihat apapun, selalu ingin menerjemahkan apa yang kita lihat itu kedalam bentuk tulisan dan itu terjadi secara refleks saja. Begitu pula ketika kita merasakan sesuatu. Orang yang tidak terbiasa menulis, bisa saja memendam perasaan itu atau butuh seseorang yang mau mendengarnya. Padahal, belum tentu ada yang mau dengarkan? Tapi jika dia terbiasa menulis, maka dia selalu punya teman untuk mencurahkan perasaannya. Yaitu, selembar kertas dengan pena kalau dulu, kalau sekarang tinggal ambil smart phone maka kita bisa mencurahkannya disana. Yang ketiga, menulis setiap hari itu merupakan healing remedy. Jadi, jika terbiasa menulis, kita bisa menjadi pribadi yang lebih sehat.

Kesimpulannya, kenapa perlu menulis setiap hari adalah ]karena seorang penerbit buku sejati, bukanlah orang yang meminta bantuan orang lain untuk menuliskan naskah bukunya. Melainkan orang yang memiliki kemampuan untuk menuliskan sendiri naskahnya secara mandiri

Bagimana kemampuan itu diasah?
Dengan cara berkomitmen untuk tidak melewatkan 1 hari pun dalam hidup kita TANPA MENULIS. Jadi, bapak ibu sekalian. Jika Anda sungguh-sungguh ingin menjadi penulis handal, mulai sekarang, berkomitmenlah untuk menulis setiap hari.

Seberapa banyak?
Kalau saya pribadi, 1 hari 1 artikel. Nah kalau ukurannya jumlah artikel, berarti tidak ditentukan jumlah katanya. Zaman dulu kalau kita mau mengirim artikel ke koran, itu ada ketentuan jumlah kata. Hal itu membuat penulis pemula kesulitan. Kenapa? Karena bukan hal yang mudah untuk menuangkan gagasan secara indah dengan jumlah kata yang ditentukan. Maka bagi saya, ukurannya adalah "1 Artikel"

Artikel itu apa? Sebuah paparan yang memuat buah pikiran penulis sehingga dapat dipahami oleh orang lain. Jadi, yang penting dalam 1 hari itu ada karya tulis ibu bapak yang "KALAU" dibaca orang lain, mereka akan memahaminya. Oya, kenapa saya pakai kata KALAU? Karena, belum tentu ada orang yang membaca artikel itu. Duh, sedih banget ya. sudah cape-cape nulis tapi kok nggak ada yang baca. Nah, ini penting bapak ibu. Ditahap belajar ini, sebaiknya kita tidak terlalu baper soal ada yang baca apa nggak. Kenapa? Karena kalau orang lain baca pun belum tentu feedbacknya positif kan ya. Tidak sedikit orang yang berhenti menulis karena pembacanya memberi feedback negatif. So, yang penting menulis saja dulu. Kalau tulisannya sudah memenuhi standar minimal untuk dibaca orang, YAKIN DEH bakal dibaca. Setelah membahas tentang WHY yang berhubungan proses membiasakan diri dalam menulis itu, sekarang kita bahas WHATnya.

WHAT makes you write something?
Apa sih yang menjadi mendorong Anda untuk menulis? Pertanyaan ini sederhana. Tapi orang yang tidak menemukan jawaban yang tepat, akan berhenti ditengah jalan. Jadi mari kita tanyakan kepada diri sendiri dulu apa yang mendorong kita menulis, dengan kata lain, apa sih tujuan kita menulis? Contoh: Ada orang yang menulis agar mendapatkan uang? Ada. Dulu, saya pernah berada di level itu. Saya menulis untuk mendapatkan uang, karena saya butuh untuk biasa sekolah. Apakah saya berhasil? Lebih banyak gagalnya dari pada berhasilnya. Lebih banyak naskah yang dikembalikan redaksi daripada diterbitkan. Saat itulah kemudian saya sadar bahwa menulis karena ingin mendapatkan uang, bukanlah nilai pribadi saya. Dan sampai sekarang, saya menulis BUKAN untuk uang. Bapak ibu boleh nggak menjadikan uang sebagai pendorong utama dalam menulis. Boleh saja. Tidak masalah. Tapi nanti seiring berjalannya waktu kita akan menemukan apa dorongan yang paling cocok buat kita.
Kedua, menulis dengan dorongan INGIN BERBAGI PENGETAHUAN. Nah, yang ini menurut hemat saya, paling sesuai dengan jiwa pendidik seperti kita. Dulu ketika saya menulis karena uang, kadang saya kecewa karena penerbit menolak. Seperti diremehkan oleh mereka deh rasanya. Kita juga bisa kecewa jika bayarannya ternyata tidak seperti yang kita harapkan. Royalti penulisan buku misalnya. Lalu kalau menulis setiap hari Idenya dari mana? Ini pertanyaan banyak orang. Nah ini penting saya sampaikan bapak ibu, segala hal yang bisa ditangkap oleh panca indra kita adalah sumber ide. Tinggal kita olah saja. Pegang teguh prinsip itu. Berapa banyak rangsangan yang masuk kedalam sistem panca indra dan indra ke 6 kita? Jumlah rangsangan itu TAK TERHINGGA. Maka itu berarti bahwa sumber ide penulisan kita bisa SAAAANGAT banyak. Contoh hal apa yang bapak ibu tangkap dengan panca indra sekarang? Ada bunyi AC? Itu sumber ide. Ada suara seseorang yang lewat didepan rumah? itu sumber ide. Ada bunyi PRAAAANG! gara-gara panci jatuh? semua sumber ide. Dan ide itu, hanya butuh sentuhan berupa mengolah pikiran yang kemudian menuangkan hasil olah pikir itu kedalam tulisan dan karena rangsangan itu selalu ada setiap hari, maka kita semua sebenarnya bisa menulis setiap hari.

Itulah pengantarnya dari pak Deka kemudian dilanjutkan dengan diskusi tanya jawab. Aturan sesi ini setiap pertanyaan langsung diJawab Om Deka. Setiap pertanyaan akan diberikan kode P1 hingga seterusnya. Bila Om Deka sudah selesai menjawab mohon di chat terakhir tuliskan huruf N, sebagai tanda boleh melanjutkan ke pertanyaan berikutnya. Setelah itu sesi tanya jawab pun dimulai. Berikut tanya jawabnya:

P1:
Selamat siang, Saya Dwi Mulyanti dari SMKN 1 Kademangan Kab. Blitar
Pertanyaan saya
  1. Berapa lama pengalaman bapak mengasah menulis hingga akhirnya dipercaya oleh penerbit seperti sekarang ini?
  2. Sebagai permulaan, Seperti apa strategi dan Tips memilih penerbit yang sesuai dengan buku yang akan kita terbitkan?
Jawab:
Baik Bu Dwi. Saya mulai menulis sejak SD, aktif sekali SMP sampai ikut lomba-lomba. Berarti sudah sekitar 40 tahun menulis.
  1. Kapan mulai dipercaya oleh penerbit? Sekitar 10 tahun lalu. Jadi butuh 30 tahun perjalanan terlebih dahulu. Tapi, ada tapinya. Kondisi saya dulu beda dengan sekarang. Dulu, penerbit hanya sedikit. Dan mereka punya bargaining power yang sangat tinggi. Maka mereka sulit ditembus. Sekarang, ada Sangat banyak penerbit. Bahkan menerbitkan sendiri pun bisa. Sehingga Bu Dwi tidak butuh waktu selama saya untuk diercaya penerbit.
  2. Kalau kita masih pemula, sebaiknya tidak usah menerapkan terlalu banyak kriteria penerbit. Karena kita yang masih pemula butuh mereka. Strateginya paling gampang adalah ibu terus ikut kursus menulis. N

P2:
Saya Syukri dari padang mau tanya sama bang deka, yang pertama,nulis setiap hari kalau dipaksakan mungkin bisa ya bang. Tapi tentang Themanya apakah harus terstruktur atau bagaimana bang. Yang kedua berapa banyak kah kita harus nulis per harinya? Yang ketiga untuk masa berapa lama tulisan trsebut kita kumpulkan?. Makasih atas jawabannya bang deka.
Jawaban:
Baik Pak Syukri. Betul pak, kalau dipaksa bisa. Tapi, 'paksaan' adalah sebuah proses yang efektif untuk mendisiplinan seorang pembelajar yang belum memiliki 'refleks menulis' sendiri. Saya misalnya, sudah mulai menulis sejak SD. Tapi menulis setiap harinya barus setelah bekerja dibisa HR. Bahkan bagi yang sudah biasa menulispun butuh dipaksa. #1. Mengenai Thema, dalam tahap belajar; TIDAK USAH KHAWATIR SOAL TEMA dan sistematika penulisan. Pokoknya nulis saja. Tidak usah takut salah. toh ini bukan UN kan? Kalau saya bicara dengan penulis yang sudah pro, saya menuntut mereka hasil karya yang pro. Tapi, bagi pembelajar, yang terpenting adalah; kemauan untuk terus praktek menulis. Lalu, bersedia mendengar masukan dari orang lain untuk perbaikannya. #2. berapa banyak perhari? Targetkan 1 karya tulis. Sepanjang apa? Berapa kata? Bebas. yang penting, karya tulis itu bisa menampung buah pikiran sehingga pembaca mengerti. Contoh,. jika kita ingin menulis dengan tema "PANTANG MENYERAH" misalnya. Tulisan bapak tidak usah 1000 kata. Cukup 2 atau 3 paragraf saja. Lalu, minta orang lain baca. Jika mereka bisa menerima atau mengerti ide yang ingin bapak sampaikan, berarti tulisan itu sudah menjadi 1 artikel. Nanti, panjang dan bobot tulisannya pelan-pelan ditingkatkan. #3. Tidak ada standar berapa lama masa pengumpulan. kecuali jika bapak punya kontrak dengan penerbit. Misalnya disepakati dalam 2 bulan naskah harus selesai. Kalau bapak menulis untuk tujuan lain, maka waktunya bisa beda lagi. N

P3:
Nama saya Heni Ekawati, S.Pd, M. Pd, Asal saya dr Aceh, saya betugas di SLB. B YPAC BANDA ACEH.
Saya ingin bertanya pak, dari mana awalnya saya bercerita yang saya ingin menuliskan tentang kisah Anak Istimewa yaitu Dunia Tanpa Suara.
Jawaban:
Bu Heni Ekawati, Itu topik yang keren. Dari kalimat "DUNIA TANPA SUARA" saja sudah mengundang pertanyaan orang. "Apaan sih maksudnya?" Saya contohkan ya. Saya akan memulai sebuah tulisan dengan tema itu. nanti bisa ibu lihat bagaimana mengawali tulisannya. Paragraf 1: Hey kamu. Pernahkah kamu membayangkan bagimana seandainya tidak seorang pun bersuara didunia ini. Tentu akan sepi sekali harimu kan? Tapi, bisakah kamu membayangkan seandainya hal itu benar-benar terjadi? Sekarang. Coba pejamkan matamu. Lalu bayangkan. Andai saja tak segencring suara pun tertangkap pendengaranmu. Sekarang, bisakan Ibu Heni lajutkan? Silakan bu Heni lanjutkan dengan tulisan sendiri. Dan saya akan melanjutkan dengan tulisan saya. Eh, tapi. menurut kamu. Apakah mungkin telingamu benar-benar tidak bisa mendengat bahkan sekedar bunyi 'ting' pun? Nggak ya. Nggak mungkin kamu nggak dengar bunyi anakku. Tahu kenapa? Karena ketahuilah sayang, bahwa Allah sayang banget sama kamu. Sehingga engkau bisa mendengar berbagai macam suara. Paragraf 2 tuch. Bu Heni lanjutkan punyamu ya. Paragraf terakhir saya begini: Nak. Kamu sudah bersyukurkah dengan karunia indah itu? Karena ada loh, di desa sebelah. Seorang gadis yang tidak seberuntung kamu, sayang. Tapi sejak lahir sampai usianya yang menginjak 15 itu, tidak pernah mendengar apapun ditelinganya selain hening semata. Hebbbatnya..., gadis itu tidak pernah mengeluh nak. Tidak pernah pula sekalipun dia bersedih. Pokoknyaaa... a-... aaapa ya. Ehm, ibu...ibu kehabisan kata-kata untuk menjelaskan kemulian dirinya dibalik heningnya dunianya. Jika kamu tidak keberatan, sayang. Bolehkan Ibu mencari tahu lebih banyak tentangnya dan menceritakan kisah indah tentang gadis itu kepada hari Jumat nanti? Sudah sampai pesannya nggak dengan 3 paragraf itu? Minimal ada 1 gagasan yang sudah sampai kepada pembaca. Dan diujung ceritanya, ada 'komitmen' untuk melanjutkan.
Kesimpulan: orang bilang memulai itu sulit sekali. kalau saya bilang: MULAI SAJA SARI SEBUAH KATA yang terlintas dalam pikiran Ibu. Insya Allah. nanti akan mengalir dengan sendirinya. Dan kalau saya, biasanya sebelum menulis bilang begini: Ya Allah, apa yang saya harus tuliskan hari ini? Bimbing saya ya Allah ya. N

P4:
Assalamualaikum Pak Dadang.saya baru tahu adanya Gosh writter itu.tapi saya ingin menerbitkan buku itu klo hasil dari tulisan saya sendiri. yang menjadi hambatan saya selalu ga pede ketika ingin mulai menulis, seakan ide itu hilang.bagaimana caranya supaya tetap semangat untuk bisa menulis dan supaya ide itu ga hilang. Eti Haryati dari Bogor
Jawab:
Waalaikumsalaam warohmatullah. Bu Eti. Keren. Ijinkan saya menambahkan bahwa menggunakan jasa "GHOSTWRITER" itu bukan hal yang buruk ya. Tapi itu cocoknya hanya untuk mereka yang hanya ingin menerbitkan buku. Dan tadi kita bahas juga tentang, tidak usah baperan dengan respon orang terhadap kualitas tulisan kita. Kita cuek maksudnya? Bukan. Tapi, kita harus menerima diri sendiri sebagai orang yang baru belajar. Jadi, kalau pun tulisan kita 'tidak laku' ya nggak apa-apa. Kan baru belajar. Latih terus aja. Bikin tulisan terus. Kalau belum berani menunjukkan tulisan itu pada orang lain, biarin aja jadi koleksi pribadi kita. Sambil terus memperbaiki tekniknya. Nanti kalau sudah ada tulisan yang 'layak' dicobain ke orang lain, tunjukkan saja. kalau bisa, pilih orang yang tidak akan bersikap negatif.
Kesimpulan: Banyak orang tidak pede saat mau menuangkan gagasan lewat tulisan. Saya bilang, hey boleh jadi seseorang sedang menanti buah pikiran mu untuk dibacanya dengan penuh kekaguman. So menulislah. N

P5:
Maaf Om DK, dalam menulis sebuah buku apakah kita menentukan judul baru menulis artikel-artikel yang berkaitan dengan judul atau kita menulis artike-artikel dulu baru diberi judul untuk menjadi sebuah buku? Agus Purwadi, Ponjong
Jawaban:
Dulu buku saya yang judulnya "OUTSHINE" diberi judul duluan. Naskahnya ditulis belakangan. Sedangkan buku "KETIKA SEMUT DAN GAJAH BEKERJA" ditulis naskahnya duluan. Jadi, tidak ada keharusan menulis judul dulu atau naskah duluan. N

P6:
Saya coba menulis di kompasiana namun yang membacanya tidak begitu banyak, Apakah tulisan-tulisan itu bisa di jadikan buku kompilasi ? Isar Daduki
Jawaban:
Nah, pak Isar. Kalau sebuah tulisan sedikit yang baca, TIDAK BERARTI tulisannya tidak bagus. Bisa saja tempat penayangannya yang kurang tepat. Tulisan-tulisan bapak bisa dibuat kompolasi. Kalau ketemu audiens yang tepat, tentu akan banyak yang membacanya. N

Disaat asik tanya jawab Mr. Bams mengikatkan Om DeKa, karena waktu dibatasi sampai 15.00. Mr. Bams bertanya sisa pertanyaan nanti akan kirim lewat email atau WA? kemudian dijawab Om Deka silakan di WA.

P7:
Sangat menarik Om Deka. Bagaimana menjaga keistiqomahan menulis setiap hari? Sebab bagi saya kadang semangat menulis, kadang luruh semangatnya. Terima kasih. Isminatun, Sukoharjo
Jawab:
Waalaikumsalaam warohmatullah Bu Isminatun. Itulah pentingnya menemukan WHAT MAKES YOU WRITE yang tadi kita bahas. Karena hal itu akan menentukan tingkat istiqomah kita. Tapi jawabat dari WHAT tadi sifat individual. Kalau kita menulis karena uang, maka bakal berhenti ketika hasil karyawa kita nggak jadi uang banyak. Tapi kalau kita punya alasan yang lebih tinggi lebih mulia lebih bernilai Insya Allah akan istiqomah. Saya, misalnya. Sekarang menulis lebih karena ingin agar Allah mengajari saya sesuatu. lalu yang Allah ajarkan itu saya bagikan kepada orang lain. Dengan itu, maka saya selalu tanya; Ya Allah, hari ini saya bisa belajar apa? Dapat jawabannya dituliskan, lalu dibagikan. Makanya sekarang saya justru lebih tertarik untuk menulis artikel setiap hari kemudian diberikan secara free daripada memikirkan menerbitkan buku. Dengan demikian, maka gagasan saya bisa lebih cepat sampai kepada orang lain.

Bapak Ibu, menulis itu buat diri kita sendiri. Bukan buat orang lain. Jadi, berikanlah yang terbaik kepada tulisan kita sendiri. Sehingga mendapat yang terbaik dari kita berikan. Sedangkan para pembaca, adalah pihak yang ikut menikmati manfaatnya. Dengan begitu, maka lewat tulisan kita; kita menjadi pribadi yang lebih baik terlebih dahulu. Sambil mengajak orang lain untuk menemani perjalanan menuju perbaikan diri itu. So teruslah menulis. Karena dengan menulis, engkau melayani diri sendiri dan memberi manfaat kepada orang lain. Wassalaamualaikum

Mungkin bapak Ibu bertanya, kenapa kita perlu menulis setiap hari? Seperti kata pepatah “Alah Bisa, Karena Biasa.” Jadi, orang yang terbiasa melakukan sesuatu akan mahir dalam melakukannya kan ya. Contoh, Ibu dan bapak guru kan suka menasihati anak didiknya agar membiasakan diri untuk melakukan sesuatu. Tujuannya apa? Untuk membuat anak didik itu mahir melakukannya. Demikian pula halnya dengan menulis. Jika kita melakukannya setiap hari, maka kita akan menjadi mahir menulis. Contoh lain. Bapak Ibu ini kan jago banget kalau bicara didepan kelas. Banyak pula professor di kampus yang hebat dalam memberi kuliah. Tapi, ketika diminta untuk membuat sebuah karya tulis, jadi gelagapan.

Yup lagi-lagi kuliah ini memberi inspirasi bagi saya agar selalu memotivasi diri sendiri untuk menulis setiap hari. 



Rosmalinda Aziz
SMPN 2 Kundur Barat
Karimun, Kepri



Motivasi Menulis Buku dan Berprestasi
Bersama:
Dr. Imron Rosidi


Kamis, 7 Mei 2020 kuliah online akan dimulai pukul 13.00 - 15.00 WIB. Sebelum dimulai Omjay selaku moderator mengirim biodata dan materi dari narasumber di youtobe PB PGRIpada hari ini. Berikut linknya https://youtu.be/G4ZCy5DYNFk . Berdasarkan biodata Narasumber kali ini adalah Dr. H. Imron Rosidi, S.Pd., M.Pdng
Kelahiran Surabaya, 10 Juni 1966. Banyak prestasi yang sudah diraihnya saat ini. Pak Imron juga memberi PPT Menulis Buku PGRI.

Kemudian Omjay juga mengatakan materinya kali ini agak beda dengan kemarin. Sekarang Motivasi menulis buku. lalu Omjay memulai dengan mengucap salam «Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh» dan «Selamat siang guru guru hebat Indonesia.» dan menyapa «Senang sekali bisa berjumpa anda kembali hari ini walaupun hanya lewat wa group.» Omjay juga melanjutkan siang ini kita akan mendapatkan pengetahuan tambahan dari Bapak Dr. Imron Rosidi. Kepada pak @+62 812-1050-0199 Kami persilahkan menyampaikan materinya.

Disambut oleh pak Imron dengan mengucapkan «Assalamualaikum wr wb. Selamat siang Bapak Ibu guru HEBAT. Saat ini marilah kita memotivasi diri untuk menjadi guru penulis. Guru yang visioner. Setelah kemarin pak Imron beri materi menulis untuk kenaikan pangkat. Sekarang fokus ke menulis buku.

Beliau mengatakan sebenarnya tidak ada orang yang tidak bisa menulis buku. Yang ada adalah orang yang tidak mau menulis buku.

Mengapa demikian?
Karena menulis itu mengungkapkan gagasan, pikiran, dan perasaan. Bapak ibu semua punya itu. Berarti pastilah bisa menulis. Mengapa seseorang bisa dengan lancar berbicara. Setiap bertemu langsung berbicara tanpa mikir. Tapi ketika menulis? Padahal keduanya sama, yaitu mengungkapkan gagasan, pikiran, dan perasaan. Menulis itu hanya 4 syaratnya, yaitu mau, tekun, nekat, dan baca. Sudah

Kemudian lanjut ke menulis buku. Saya yakin bapak ibu sudah komit akan menulis buku. Lihat di tayangan saya. Ada tulisan mahasiswa? Tulisan santri saya dari Pondok Sidogiri dan Salafiyah, dan dari para guru. Saya yakin bapak ibu bisa.

Mengapa guru tidak menulis?
Ada 2 jawaban.
  1. Belum menemukan alasan mengapa harus menulis
  2. Tidak tahu cara menulis
  3.  
Nah di sini kita perlu mengetahui alasan menulis dan cara menulis. Coba dibuka di ppt. Ingat. Menulislah dengan jelek dan jangan takut salah. SEBAB Orang yang tidak pernah salah hanyalah orang yang tidak pernah berbuat apa-apa. Menulis itu keterampilan. Maka harus terus berlatih. Berlatih menulis, bukan dipelajari. Sebagaimana pemain sepak bola. Dia harus terus berlatih. Tetapi dia juga perlu vitamin. Apa vitaminnya seorang penulis? Ya buku-buku tentang teori menulis dan hal-hal lain yang berhubungan dengan menulis.

Biarlah tulisan kita awalnya tidak terlalu bagus. Saya yakin dengan terus berlatih akan ada peningkatan, dari segi kedalaman konten maupun bahasa. Pengalaman saya menulis buku, diawali dengan menulis LKS. Dari LKS ini justru saya mendapatkan semuanya. Itu dulu karena dulu LKS wajib dimiliki siswa. Setelah itu saya menulis buku-buku umum untuk dilombakan di tingkat nasional. Alhamdulillah 2 kali juara nasional. Selanjutnya menulis buku pelajaran dan sekarang aktif menulis buku perkuliahan dan umum.

Mari bapak ibu guru. Bisa diawali dengan menulis buku kumpulan puisi, kumpulan cerpen. Lanjut ke buku umum, atau buku-buku motivasi dan buku pelajaran. Lakukan pasti bisa dengan langkah-langkah dalam ppt. Di sana juga ada alamat penerbit major dan apabila bapak ibu mau mengirimkan karya ke penerbit harus melihat visi penerbit tersebut. Terima kasih. Wassalamualaikum wr wb. Selamat siang.

Begitulah penjelas pak Imron tentang materi hari ini. kemudian dibuka sesi tanya jawab. Sebelumnya diingatkan kembali mohon tuliskan nama dan asal daerahnya ketika bertanya. Kirim pertanyaan ke wa omjay di 08159155515.

Pertanyaan 1: Bu Beni dari Bojonegoro
Yth.Bapak Imron Rosidi. Terima kasih atas ilmunya siang hari ini, saya bu Beni Bojonegoro, ingin menanyakan bagaimana teknis menulis buku pelajaran yang menarik, kita tahu bahwa siswa milenial (meski tidak semuanya) kenyataannya kurang suka membaca buku, lebih menyukai youtube. Terima kasih
Jawaban:
Pertanyaan yang menarik. Sekarang ibu harus melihat dulu, siapa pembacanya. Masalah siswa sekarang lebih suka youtube karena memang peradabannya sudah seperti itu. Setiap hari dan detik buka hp, bukan buka buku. Kalau menulis buku dan digemari penerbit (buku umum) ya menulis hal-hal yang saat ini sudah hit. Mungkin tulisan tentang kiat belajar di rumah disaat pandemi virus corona lebih menarik. Atau tulisan yang berisi pengalaman orang-orang sukses, bagaimana saat dia menjadi siswa juga menarik. Dicoba saja ibu. Jangan takut jelek dan tidak laku.


Pertanyaan 2: Fatma Eviana dari Pati
Saya termasuk kategori yang sering di paparkan bapak ibu narasumber yang terhormat, dari kecil saya suka membaca dan menulis dan selalu terputus ditengah jalan, karena selalu mencari alasan dan selalu ada alasan itu, salah satunya adalah aturan pembuatan tulisan yang di paparkan bapak dalam ppt, mohon di jelaskan lebih spesifik lagi karena saya selalu tergerak tetapi tidak bisa menulis. Terima kasih atas bantuannya pemahamannya.
Jawaban:
Begini, antara otak kita yang berjalan lancar dengan tangan kita yang mengetik, jauh lebih cepat otak kita. Waktu menulis anggaplah sedang berbicara. Kalau ada yang salah saat mengetik, mungkin salah huruf, kurang huruf, kalimatnya kurang baik. Biarkan saja. Terus menulis jangan takut salah.
Setelah dianggap selesai, mungkin 4 sampai dengan 6 paragrag paragraf. Dibaca lagi sambil membenahi yang salah
Masalah kemandegan, belum selesai berhenti, itu karena kurangnya motivasi dalam menulis. Kalau menulis artikel populer, cerpen, puisi harus sekali duduk. Makanya sebelum menulis, penuhi dulu wawasan kita tentang apa yang akan ditulis.

Pertanyaan 3: Noralia dari Semarang
Assalamualaikum bapak, materi yang bapak sampaikan benar-benar motivatif sekali. Bahkan mahasiswa dan santripun sudah bisa menerbitkan buku sendiri. Jadi merasa malu saya.
Pertanyaan saya:
  1. Passion saya lebih ke buku non fiksi, karena pernah membuat karya fiksi, hasilnya terlihat sangat sinetron sekali pak. Di buku non fiksi, apakah daftar pustaka disematkan juga dalam isi buku, ataukah cukup di sematkan di bagian daftar pustaka saja? Seperti ketika kita membuat artikel ilmiah.
  2. Biasanya untuk terbitan pertama, penerbit akan mencetak bukunya sejumlah berapa eksemplar pak?
  3. Untuk di buku antologi itukan berarti buku keroyokan dari banyak penulis, untuk pemberian sistem royaltinya bagaimana?
  4. Sebaiknya sebagai penulis pemula, ke penerbit mana ya pak kita dapat menawarkan buku kita?
Jawaban:
  1. Daftar pustaka hanya di akhir tulisan. Bisa juga dengan diberi footnote.
  2. Tergantung prediksi penerbit. Maaf, buku saya yang akan diterbitkan Kanisius Jogja, masih proses, akan diterbitkan 5000 eksemplar. Kalau menerbitkan sendiri 5 eksemplar bisa, 100 juga bisa.
  3. Biasanya penerbit major tidak menerbitkan buku antologi yang royokan
  4. Sebagai penulis pemula, ke penerbit indie atau menerbitkan sendiri dulu. Artinya dengan biaya sendiri, nanti kalau dirasa tulisan kita bagus, baru kirim ke major. Ingat lihat visi penerbit.

Pertanyaan 4: Astuti Triasmani dari Yogyakarta
Untuk langkah awal yang bisa memberi semangat kita untuk kita bisa menemukan sesuatu agar bisa berlanjut ke menulis buku itu apa pak?
Jawaban:
Seorang penulis itu harus selalu mempersejatai dengan sebuah pena. Sekarang bisa dengan hp untuk mencatat ide yang muncul tiba-tiba. Tidak boleh ditunda. Terus tentukan, tulis dalam bentuk yang paling sederhana, artikel populer. Ini hanya 3 sampai dengan 5 halaman. Baca terus dan kirim ke majalah atau surat kabar. Misal ke radar dulu. Satu kali terbit maka nama jenengan akan dicatat oleh tim redaktur.

Pertanyaan 5: Yulius Roma dari Tana Toraja.
Selamat siang, pak Imron, selain motivasi terdapat juga passion dalam menulis. Bagaimana menyelaraskan dan mensinergikan keduanya. Terima kasih.
Jawaban:
Tentunya setiap orang berbeda. Gairah dan motivasi keduanya sijoli dan berjodoh. Ketika ada motivasi aku harus nulis agar siswaku bangga, saat itu bisa muncul gairah. Gairah ini akan terus bertambah ketika tulisan kita terbit. Waduh, akhirnya terus menulis dan menulis.

Hanya cerita. Saya punya saudara guru SD di sebuah pulau terpencil. Satu buku selesai dan diterbitkan sendiri. Banyak orang beri apresiasi. Akhirnya dia tambah bergairah untuk menghasilkan buku-buku selanjutnya

Pertanyaan 6: Fadli dari NTT
Bagaimana tahapan dalam membuka dan menutup kalimat atau paragraf? Terima kasih
Jawaban:
Paragraf itu gabungan kalimat yang koheren atau padu. Ada 3 cara agar padu, 1) Mengulang kata yang sebelumnya disebutkan, 2) Mengganti dengan kata lain yang sama maknanya, dan 3) Memberi konjungsi antarkalimat. Paragraf itu terdiri atas 3 sampai dengan 5 kalimat, bisa 1 kalimat utama dengan 2 kalimat penjelas. Paragraf bisa dimulai dari kalimat utama, yaitu kalimat yang perlu dijelaskan dan masih bersifat umum. Misal Pandemi Corona menyengsarakan banyak orang. Kalimat selanjutnya adalah penjelas dari kalimat tersebut. Jadi berakhir apabila dianggap penjelasnya sudah cukup. Usahakan maksimal 5 kalimat.

Pertanyaan 7: Winarti dari Kota Tangerang
Assalamu'alaikum, maaf pak Dr. Imron yang hebat, saya akan bertanya apakah karya tulis/buku untuk syarat naik pangkat dari gol. 3 ke gol 4 ada perbedaannya? Terima kasih.
Jawaban:
Tidak ada. Yang penting kalau berISBN nilai 3 dan kalau tidak nilai 1.5

Pertanyaan 8: Reni dari Bantaeng Sulsel
Sejak kapan bapak mulai menulis buku? Bagaimana bapak mengatasi jika bapak sedang banyak urusan/kegiatan/acara dan juga harus meluangkan waktu untuk menulis?
Jawaban:
Saya menulis sebenarnya baru masuk menjadi mahasiswa jurusan bahasa Indonesia dan mengikuti kegiatan HMP Himpunan Mahasiswa Penulis. Banyak menulis puisi dan cerpen serta artikel populer di majalah kampus. Sejak menjadi guru 1989, pada tahun 1990 baru ada 1 buku yang terbit. Itu karena motivasi muncul karena hinaan salah satu guru. Waktu itu dia bilang, mana ada guru D3 tulisannya diterbitkan. Alhamdulillah saat itu buku saya diterbitkan oleh penerbit YA3 malang dan mulai saat itulah gairah menulis muncul. Penulis itu harus mau mengorbankan waktu. Selain saya sekarang jadi kepala sekolah, saya juga mengajar di 2 pondok pesantren dan 1 perguruan tinggi dan masih sempat melatih pencak silat. Kapan menulis. Setiap malam dan setiap ada waktu luang. Harus ada waktu wajib, misal malam hari jam berapa sampai berapa. Tanpa ada waktu wajib menulis, pasti sulit untuk menjadi penulis

Pertanyaan 9: Siti Fatimah dari Mojokerto
Assalamualaikum. Mohon ijin bertanya.
  1. Jika ingin menerbitkan buku di penerbit mayor harus faham visi misi penerbit. Mohon mengupas beberapa penerbit beserta karakteristik tulisan yang diterima.
  2. Untuk kenaikan pangkat, buku kumpulan puisi dan cerpen karya sendiri, masing-masing buku isi berapa. Untuk bisa dinilai. Terima kasih.
Jawaban:
  1. Untuk bisa ke major, usahakan kita sudah terkenal dulu. Untuk mengetahuinya bagaimana? Buka google, ketik nama dan asal. Kalau ada berarti sudah terkenal. Untuk mengetahui visi misinya ya buka google. Atau yang paling gampang datang ke toko buku. Cari buku yang selaras dengan buku yang anda tulis. Nah. Kirim ke sana. Jangan mengirim buku agama ke balai pustaka misalnya, Ya Korim ke Mizan. Ya gitu.
  2. Lihat di buku 4. Kalau puisi lebih dari 20 nilai 2, kalau lebih dari 40 nilai 4. Kalau cerpen lebih dari 10 nilai 2 dan kalau lebih dari 20 nilai 4. Itu ada di ppt saya. Jadi meja saya harus dipenuhi dulu dengan buku-buku yang sesuai dengan buku yang akan saya tulis.

Pertanyaan 10: Achmad Husin dari Bangka
Terima kasih atas pencerahan dan penjelasan sudahnya. Yth. bapak Dr.Imron, yang ingin saya tanyakan. Bagaimana kiat-kiat cara cepat baca buku-buku yang berkaitan dengan buku akan di tulis, dan berapa buku minimal saya baca sehari ?
Jawaban:
Saat ini saya akan menulis buku MEWUJUDKAN SEKOLAH PARA PENELITI. Saya penuhi meja saya dengan buku-buku penelitian dan buku-buku tentang pengelolaan sekolah. Seorang penulis harus memiliki segudang buku.

Pertanyaan 11: M Rasyid Nur dari Karimun
Pak Imron Rosidi Yth: Untuk saat ini, saat karakter anak jauh berbeda dengan zaman dulu. Buku apa yang sebaiknya kita tulis yang bisa jadi bahan bacaan siswa sekaligus bisa untuk naik pangkat.
Jawaban:
Ya. Tidak bisa kita hindari. Yang penting orientasi kita menulis adalah untuk berbagi ilmu. Itu dulu. Untuk naik pangkat adalah buku pendidikan dan pembelajaran dan buku pelajaran. Ini yang bisa dinilai.

Pertanyaan 12: Muh. Said dari Makassar
Saya sangat tertarik dengan penjelasan bapak tentang syarat kenaikan pangkat.
Pertanyaan :
  1. Dalam penyusunan DUPAK masih berdasarkan dengan Permenpan No.16 tahun 2009 dan No.35 tahun 2010. Apakah belum terbit Juknis yang baru?
  2. Penilaian untuk PKB khususnya Publikasi ilmiah pada golongan IV.b ke atas apakah memang diseminarkan ? Mohon penjelasan bapak.
Jawaban:
Wassalamualaykum.
  1. Masih tetap sekarang proses revisi
  2. Yang diseminarkan hanya laporan penelitian, misal PTK saja. PKB lainnya tidak.

Pertanyaan 13: Fatimah S.Si dari Aceh
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu, ilmu yang bapak berikan sangat bermanfaat bagi kita semuanya, Sebenarnya saya ingin menulis tentang pembelajaran fisika, tapi saya masih ragu-ragu, dan kurang percaya diri, tolong bapak berikan tips supaya kami bisa menulis buku tersebut, terima kasih.
Jawaban:
Menulislah dengan jelek dan jangan takut salah. Semangat ibu. Mulailah dengan 3P. 1) person. banyak berdiskusi dengan orang-orang yang mengerti, dengan apa yang akan kita tulis, 2) Paper membeli buku-buku yang sesuai dengan yang akan kita tulis dan 3) place, mendatangi tempat yang akan kita tulis. Semangat ya bu. Bisa wa lagi nanti ke nomor saya.

Pertanyaan 14: Said Wahid dari Mojokerto
Assalamu'alaikum bang jay, salam hormat kepada pak doktor Imron yang baik hati
  1. Tulisan bunga rampai yang dibukukan apakah bisa dijadikan kredit point kenaikan pangkat? Mengingat batas penulis kan dibatasi 4 orang saja yang bisa diajukan nilai AK nya.
  2. Tulisan puisi yang dapat dijadikan kenaikan angka kredit itu prosedurnya bagaimana?
  3. Saya guru Agama, ijazah yang sudah saya ajukan sesuai dengan kepangkatan saya adalah S1. Agama dan S2. Agama, dan saya punya ijazah S1 Pend. Sejarah, apakah bisa diajukan untuk kenaikan pangkat, prosedurnya bagaimana? Terima kasih banyak.
Jawaban:
  1. Bunga rampai apa? Kalau puisi ya minimal 20 puisi. Kalau artikel populer 1 bisa asal diterbitkan.
  2. Puisi yang sudah diterbitkan ber ISBN minimal 20 puisi dan bisa lebih dari 40 puisi. Baca buku 4.
  3. Yang diakui hanya 1 ijazah yang setingkat. S1.Sejarah tidak dinilai.

Pertanyaan 15: Pajarwati dari Tangerang
Selamat siang pak Imron. Dalam kenaikan pangkat untuk gololongan yang di atas IIIc mengharuskan memiliki karya berupa buku. Bagaimana trik menggairahkan diri untuk menulis buku, karena kenyataannya banyak kendala yang di hadapi.
Jawaban:
Untuk buku hanya disyaratkan saat ke IV dan yang di bawahnya tidak. Tetap bergairah dengan melihat senangnya apabila buku kita terbit. Ayo nulis buku dan kirim ke saya


Pertanyaan 16: Ika Ssiswati dari Kota Tanggerang.
Assalamualaikum. Mau bertanya apa yang melatarbelakangi bapak menulis buku LKS?
Jawaban:
Saat itu tahu 1990 an banyal bermunculan LKS. LKS tetapi hanya berupa pertanyaan dan titik-titik. Seperti hanya menyedialan kertas. Lalu saya pingin membuat LKS yang berbeda. Selain banyak flowchart, juga menuntut cara mengisinya, tidak sekadar titik-titik LKS saya setiap terbit 25.000 eksemplar. Saya saat itu masih bujang. Dapat royalty 30jt. Saat itu. Bisa dibayangkan.

Pertanyaan 17:
Selamat sore pak Imron. Saya harus jujur karena ini pertama sekali saya ikut kelas Menulis buku, sebenarnya dengan materi kemarin dari Ibu Farrah, saya menemukan kalau passion saya menulis buku anak-anak non fiksi. Yang saya mau tanya sekaligus masukan, ataupun saran dari bapak karena saya ini orangnya takut gagal pak.
  1. Pertama kali bapak menulis buku, adakah review negatif dari pembaca?
  2. Kalau ada, bagaimana perasaan bapak ketika menerima komentar-komentar negatif tersebut dan kiat apa yang bapak lakukan untuk terus menulis dari setiap kesàlahan-kesalahan yang ada. Terima kasih.
Jawaban:
Ada. jadikan penilaian negatif sebagai cambuk untuk membuktikan bahwa tulisan selanjutnya akan lebih bagus. Itu sebagai motivasi.

Pertanyaan 18 Warsih dari Kota Tangerang
Mau tanya sama pak Doktor. Kalau membuat LKS bisa tidak untuk syarat naik pangkat. Dan syarat utama buku yang bisa digunakan untuk syarat naik pangkat yang bagaimana. Trimakasih
Jawaban:
LKS tidak bisa dinilai

Itulah hasil diskusi hari ini. Semoga bermanfaat bagi kita semua untuk selalu memotivasi diri selalu menulis dan akhirnya berprestasi.


Rosmalinda Aziz
SMPN 2 Kundur Barat
Karimun, Kepri




Wednesday, May 6, 2020


Menulis Dalam Kesibukan
Bersama:
Much. Khoiri



Nah loh dari judul materi saja sudah menarik perhatian saya. Bagaimana mungkin bisa menulis didalam kesibukan. Ya sibuk-sibuknya emak-emak tak jauh dari pekerjaan rumah dan sesibuk-sibuknya guru tak jauh dari tugas-tugas sekolah. Kembali lagi saya ungkapkan. Bagaimana mungkin bisa menulis di dalam kesibukan tersebut!



Berikut penjelasan yang buat saya ditikam di tempat. Materi yang akan disampaikan oleh Pak Much Khoiri yang familiar dipanggil Pak Emcho. Beliau dosen dan penulis 42 buku dari Unesa Surabaya.

Seperti biasanya sebelum memulai perkuliahan Omjay selalu mengawali dengan "Mohon izin Wa Group ini omjay tutup sementara untuk persiapan kuliah online dari Pukul 13.00-15.00 wib bersama bapak Much Khoirin atau biasa disapa master Emcho. Kemudian tak lama Omjay telah mengubah setelan grup ini untuk mengizinkan hanya admin yang dapat mengirim pesan ke grup ini.

Tepat pukul 13.00 WIB perkuliahan dimulai dan diawali dengan ucapan "Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh." dan "Selamat siang guru-guru hebat Indonesia" dilanjutkan dengan ucapan "Siang ini kita akan mendapatkan pencerahan tambahan pengetahuan dari pak Emcho." Kemudian Omjay mempersilakan pak Emcho untuk menyampaikan materi perkuliahan.

Pak Emcho memulai dengan ucapan "Assalamu’alaikum Wr. Wb. Selamat siang, Bapak-Ibu sekalian, salam sejahtera untuk kita semua. Semoga sehat senantiasa. Bahagia sekali kita bisa berjumpa dalam sebuah grup kreatif yang telah didesain untuk belajar bersama, saling menguatkan, saling mengisi untuk menulis." Kemudian dilanjut dengan kata-kata pertama-tama saya mohon izin untuk mengenalkan diri. Saya Much. Khoiri, dosen dan penulis 42 buku dari Unesa Surabaya. Saya mulai memuatkan tulisan di media cetak sejak 1986/1987 (kuliah semester 3), jadi saya tidak perlu kisahkan semuanya di sini. Mohon izin saya sampaikan biodata atau profil singkat saya berikut ini.

Profil Much. Khoiri

Lahir di Desa Bacem, Madiun 24 Maret 1965, Much. Khoiri kini menjadi dosen dan penulis buku dari FBS Universitas Negeri Surabaya (Unesa), trainer, editor, penggerak literasi. Alumnus International Writing Program di University of Iowa (1993) dan Summer Institute in American Studies di Chinese University of Hong Kong (1996) ini trainer untuk berbagai pelatihan motivasi dan literasi. Ia masuk dalam buku 50 Tokoh Inspiratif Alumni Unesa (2014). Pernah menjadi Redaktur Pelaksana jurnal kebudayaan Kalimas dan penasihat jurnal berbahasa Inggris Emerald. Pernah menjadi redaktur Jurnal Sastra dan Seni. Selain menghidupkan beberapa komunitas penulis, ia juga pernah mengomandani Ngaji Sastra di Pusat Bahasa Unesa bersama para sastrawan. Karya-karyanya (fiksi dan nonfiksi) pernah dimuat di berbagai media cetak, jurnal, dan onlinebaik dalam dan luar negeri. Ia telah menerbitkan 42 judul buku tentang budaya, sastra, dan menulis kreatifbaik mandiri maupun antologi. Buku larisnya antara lain: Jejak Budaya Meretas Peradaban (2014), Rahasia TOP Menulis (2014), Pagi Pegawai Petang Pengarang (2015), Much. Khoiri dalam 38 Wacana (2016), kumpuis Gerbang Kata (2016), Bukan Jejak Budaya (2016), Mata Kata: Dari Literasi Diri (2017), Write or Die: Jangan Mati sebelum Menulis Buku (2017), Virus Emcho: Berbagi Epidemi Inspirasi (2017), Writing Is Selling (2018), Praktik Literasi Guru Penulis Bojonegoro (2020), Virus Emcho: Melintas Batas Ruang Waktu (2020), dan SOS Sapa Ora Sibuk: Menulis dalam Kesibukan (2020). Sekarang dia sedang menyiapkan naskah buku tentang menulis, budaya, literasi, dan karya sastra (puisi dan cerpen). Dia cukup aktif menulis di muchkhoiriunesa.blogspot.com; www.kompasiana.com/much-khoiri; muchkhoiri.gurusiana.id.; jalindo.net; dan sahabatpenakita.id.
Instagram: @much.khoiri dan @emcho_bookstore.
Emailnya: muchkhoiriunesa@gmail.com dan muchkoiri@unesa.ac.id HP/WA: 081331450689. Facebook: Much Khoiri-90.

Kemudian beliau memulai paparan materi berupa power point dan voice. Berikut power point dan voice tersebut yang dapat saya tulisakan.
Sapa Ora Sibuk?




Siapa yang tidak sibuk? menulis dalam kesibukan. Pertama mari kita bertanya kepada diri kita masing-masing sebenarnya siapa sebenarnya diantara kita tidak sibuk. Seperti slide berikut:









Tampak kesibukan pada slide tersebut, pengangguran juga punya kesibukannya sendiri, bahkan Kakek nenek juga mempunyai kesibukannya sendiri. Kita manusia adalah subjek. Tanpa kata kerja, subjek hanyalah entitas yang mati, tanpa makna kontekstualitasnya. Subjek misalkan "saya" jika tanpa kata kerjanya seperti makan, minum, bekerja, tidur, bersantai dan seterusnya itu hanya sebagai saya tidak diikuti apakan yang lain, maka kalau saya saja tidak melakukan apapun juga tidak ada gunanya. Maka pada hakekatnya orang selagi hidup, selagi berkegiatan pasti punya kesibukan tersendiri. Jadi ada baiknya kita perlu merenung sudah tepatkah jika kesibukan dijadikan alasan untuk tidak melakukan sesuatu. Dalam konteks menulis ini jadi pertanyaan yang mengaku sangat sibuk, mari timbang kembali apa alasan itu sudah tepat.

Manajemen Kesibukan



Dengan demikian yang terpenting bukan sibuknya itu karena dibalik kesibukan pasti ada kelonggaran, dibalik kesulitan pasti ada kemudahan, dibalik kesibukan pasti ada kesempatan. Sebenarnya bagaimana kita menyiasati hidup dalam kesibukan. Konteks ini kita harus punya sikap. Sikap kita itu positif atau negatif. Jika sikap kita positif pasti akan menghasilkan aksi positif begitu juga sebaliknya. Untuk itu kita jangan menyerah pada kesibukan tersebut makanya kita harus memanange kesibukan tersebut karena akan memiliki nilai baik untuk diri kita sendiri dan akhirnya kita menikmati kesibukan itu sendiri.




Mengapa Harus Menulis?




Ketika kau bicara, kata-kata mu hanya menggema, jika kau menulis kata-kata mu akan menyebrang atau menggema sampai bertahun-tahun atau berabad-abad. Dengan kata lain "Apa yang kita angankan akan lenyap, apa yang kita katakan akan musnah, apa yang kita lakukan akan tak tersisa kecuali dituliskan. Ia akan abadi dan menyejarah."
Seperti ungkapan pada slide berikut:


 Mendidik Diri Menulis



Menulis dalam kesibukan kita harus menguatkan mendidik diri sendiri supaya kita juga tau akan ada tugas yang harus diselesaikan. Mendidik menulis disini buakan hanya membuat diri kompeten dibidang menulis melainkan juga berani menegakkan prinsip reward dan panesman ada hadiah ada juga hukuman. Jadi menulis tidak disiplin menggunakan waktunya maka diberi hukuman membaca lebih banyak lagi, menulis dua atau tiga kali. Tapi sebaliknya apabila melampaui target kita harus memberi hadiah pada diri sendiri, bisa dengan membeli buku lebih dari biasanya, menonton, menyantaikan diri, dan lain-lain.

Menulis Itu Berkomunikasi



Menulis itu adalah berkomunikasi bukan hanya berekspresi. Karena kita berhadapan dengan pembaca. Orang bijak itu berbicara karena mereka punya sesuatu untuk disampaikan/dikatakan sedangkan orang bodoh itu karena mereka harus menyatakan sesuatu. Orang bodoh hanya ngomong saja meski itu tidak penting, sedangkan orang bijak diam tapi ketika ada sesuatu yang penting akan disampaikan berupa gagasan, perasaan, pengalaman dan seterusnya. Sebagai penulis materi tulisan harus sesuai dengan dibutuhkan pembaca, pengorganisasian tulisan juga harus bagus, enak diikut dan kemudian bahasa kita harus komunikatif misalnya kalau pembaca ilmiah menggunakan bahasa ilmiah, sedangkan kalau pembaca umum kita gunakan bahasa semi ilmiah atau semi populer. Untuk itu ketika berkomunikasi kita menyampaikan pesan gunakan bahasa yang enak diikuti sehingga pesan kita sampai ke pembaca.

17 Staregi Jitu


Berikut penjelasannya satu persatu.

  
  1. Tetapkan niat menulis
  2. Apa yang membuat kita ingin menulis tetapkanlah niat. Niat dibagi menjadi dua yaitu: Pertama Niat Umum/abstrak/filosofi, contohnya: Menulis untuk beramal, menulis untuk mencerdaskan bangsa. Niat umum ini adalah niat yang susah untuk diraba tidak ada tolak ukurnya, karena itu banyak orang memiliki niat yang kedua Niat Pragmatis, contohnya: Berniat supaya bisa naik pangkat, bisa tambah penghasilan, dan lain-lain sebangai penyemangat untuk menulis.
  3. Rajinlah membaca
  4. Ungkapan yang menarik orang yang rajin membaca itu bagaikan orang yang sesedang melihat masa lalu dan masa akan datang. Hadir setiap sejarah dan imajinasi orang-orang yang hebat. Membaca itu biasanya mendahului menulis. Getaran pemicu untuk menulis itu selalu di gedor oleh membaca. Membaca bisa menjadi mimpi kita menjadi seorang penulis.
  5. Gunakan alat perekam gagasan
  6. Jika kita pergi sehari-hari jangan lupa merekam apa saja yang nantinya bisa jadi materi atau sumber inpirasi yang nantinya bisa kita abadikan berupa tulisan atau pemerkaya tulisan.
  7. Kobarkan Inspirasi menulis
  8. Inspirasi itu adalah ilham yang membuat kita memunculkan ide yang paling bagus. Inpirasi tumbuh dan berkembang berkat kekayaan pengetahuan dan sebuah pemicu. Jika kita kaya pengetahuan ketika ada pemicu maka akan timbul inspirasi.
  9. Tentukan waktu utama
  10. Tentukan waktu yang tepat untuk menulis, jangan berbenturan dengan jam kerja utama. Kemudian kita merasa nyaman dengan pilihan waktu yang kita tentukan.
  11. Untuk pemula, menulis bebas
  12. Untuk pemula membiasakan menulis bebas (free writing), menulis secara spontan itu melatih diri untuk menuangkan gagasan, pengalaman dan perasan secara lancar. ini seperti orsng curhat menggunakan bahasa tutur, saya, aku seperti curhat seakan akan bahasa tulisan itu berangkat dari bahasa lisan. dari bahasa lisan menjadi tulisan seperti bercerita. Orang yang menulis bebas itu adalah sebenarnya mengoptimalkan kerja otak kanan dan meminimalkan kerja otak kiri. Otak kanan itu kita tau suka spontanitas, penuh kebebas dan tanpa aturan sedangkan otak kiri menuntutkan kerja teratur, runut, sistematis dan penuh pertimbangan.
  13. Menulis di dalam hati
  14. Kita juga bisa menulis di dalam hati, memikirkan apa yang akan ditulis, merancang apa saja yang akan ditulis. Semua ide-ide yang sangat bagus itu selalu datang pada kita itu secara spontan, kebetulan. Jangan lewatkan ketika ada ide bagus itu langsung proses
  15. Menulis di waktu utama
  16. Setelah ditentukan waktu utama, gunakan waktu itu untuk menulis
  17. Manfaatkan waktu luang
  18. Manfaatkan waktu dengan disiplin sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.
  19. Menulis yang dialami
  20. Menulis yang dialami seandainya bepergian bisa ditulis jadi catatan harian dan itu akan jadi bahan tulisan dan bahkan bahan cerita yang bisa dijadikan buku.
  21. Menulis yang dirasakan
  22. Menuliskan yang dirasakan dengan memanfaatkan kekuatan perasaan yang bisa diexplore dalam tulisan
  23. Menulis selaras minat dan pekerjaan
  24. Kita bisa menulis sesuai dengan minat bahkan bisa membuat pengalaman menarik dalam pekerjaan sehingga nantinya bisa dibukukan baik sendiri atau keroyoan.
  25. Menulis dengan riang
  26. Menulis dengan perasaan bahagia seperti kata Albert Einstain karya kreatif terbaik tidak pernah terselesaikan ketika seseorang tidak bahagia jadi hanya ketika bahagialah seseorang mampu menhasilkan karya terbaik.
  27. Menulis yang banyak
  28. Menulislah yang banyak, kuantitas itu akan menghasilkan kualitas
  29. Read better, write faster
  30. Bagi yang mahir diera informasi ini kita harus pintar membaca dan menulis lebih cepat. Yang biasanya 2 jam menulis menjadi 1 jam, membaca dalam waktu 1 jam selesaikan dalam waktu setengah jam
  31. Buatlah motto yang dahsyat
  32. Buatlah motto yang sangat dahsyat sehingga kita bersemangat
  33. Menulis dengan doa
  34. Setiap kita menulis jangan lupa berdoa dan sebelumnya berwudhu terlebih dahulu dan mengawali dengan membaca hamdalah
Setelah paparan selesai, dibuka sesi tanya jawab dengan aturan bagi yang ingin tanya sila tuliskan nama dan asal daerahnya.

Pertanyaan 1: Ibu Aan dari Majalengka
Pak Emcho. Saya selalu kesulitan untuk bisa menulis dalam kesibukan. Apa tips yang paling cocok buat saya?
Jawaban:
Jangan lupa mencatat atau merekam point-point dan punya niat ketika waktu longgar segera menuangkan apa yang sudah dicatat dan melatih diri telaten atau rajin mencatat ide-ide yang mampir dibenak atau hati kita.

Pertanyaan 2: Isminatun dari Sukoharjo
Salam, Sangat menarik pak Emcho. Mohon izin menanyakan point 6. Bagi pemula, menulis bebas.
Berapa lama pemula perlu menulis bebas agar bisa terampil dalam arti bukan hanya menulis bebas saja? Apakah untuk terampil perlu jam terbang sekian-sekian? Terima kasih.
Jawaban:
Waktu menulis bebas bervariasi ada yang cukup cepat dan juga lama tergantung pada niatnya dan intensitas menulisnya. Kalau kita tekun menulis progresnya akan cepat.

Pertanyaan 3: Warsih dari Kota Tangerang.
Ingin bertanya tentang menulis dalam hati. Sering terlintas ketika dalam perjalanan sebuah ide, biasanya mengalir begitu saja kata dan kalimat dalam hati. Tapi ketika tiba di tempat dan ingin menulis hilang begitu saja. Yang saya tanyakan, bagaimana agar ide tadi tetap dalam ingatan sehingga bisa dituangkan dalam bentuk tulisan.
Jawaban:
Prinsipnya menulis dalam hati menulis dalam kertas tapi dipindahkan dalam ingatan, sehingga harus punya daya ingatan yang bagus dalam pikiran. Begitu sampai ditempat segera tuliskan dikertas supaya tidak hilang sama sekali.

Pertanyaan 4: Rachmi dari Banyuwangi
Saya terkesan dengan kalimat motivasi dari Bud Gardner, terkait menulis dalam kesibukan. Bagaimana kiat-kiat bapak dalam memanage waktu agar bisa konsisten menulis, karena ada istilah waktu seperti mata pedang dan di tengah kesibukan saat ini sangat sulit untuk memanagenya.
Jawaban:
Kebetulan saya mendasari diri dengan suatu pernyataan membaca dan menulis itu wajib. Saya mengamalkan surat Al-Alaq. Surat Al-Alaq pendorong saya membaca. Jadi membaca itu wajib dan menulis itu wajib. Jangan mati sebelum menulis buku. Dengan prinsip filosofi yang saya tanam dalam diri ini, saya menganggap bahwa menulis itu kewajiban. Karena kewajiban ya otomatis harus dikerjakan sewaktu-waktu atau setiap hari. Ada waktunya saya bekerja, ada waktunya saya bersama mahasiswa, ada saatnya saya bersama keluarga dan ada saatnya saya menulis. Seandainya sehari saya tidak menulis satu artikel berarti besok saya menulis dua artikel. Kalau tidak sempat menulis cerita saya membuat puisi.

Pertanyaan 5: Rasita dari Bengkulu
Assalamualaikum, Kita telah berusaha untuk selalu menulis, karena terlalu banyak ikut kegiatan kadang lupa saat menulis tugas yang lain, gimana kiatnya supaya tidak lupa atau benturan dengan kegiatan kita menulis ya pak ? terima kasih
Jawaban:
Semakin banyak kegiatan, semakin harus pintar-pintar mengelola mengukur waktu. Seandainya kuat tiga kegiatan maka mengelolanya ya tiga. kalau punya kekuatannya tiga kegiatan tapi punya kegiatan banyak harus diatur sendiri. Tips saya tidak bisa diterapkan untuk ibu. Karena kekuatan fisik, mental, berfikir, ketangguhan, semangat berbeda-beda. Tapi setidaknyas ibu punya waktu yang jelas saat ini harus menulis apa. Kalau ibu overload ibu harus memikirkan apa seharusnya tidak dilakukan.

Pertanyaan 6: Etik Nurinto dari Kabupaten Pemalang
Assalamualaikum Master Emcho.
Dalam kesibukan ide gagasan muncul sewaktu-waktu, topik yang akan ditulis pun bisa jadi berubah seiring munculnya gagasan dalam pikiran. Bagaimana membangun konsistensi menulis satu topik/tema sampai menjadi sebuah buku.?
Jawaban:
Bapak harus konsisten. Jadi saya sarankan bapak ketika menulis bapak sudah punya rancangan seperti apa. Kalau ada ide yang baru muncul catat saja ditempat yang lain. jangan dibiarkan hilang tapi segera catat pada buku yang lain. Karena itu mungkin saja jadi ide/buku yang lain dan yang utama jangan ditinggal. Bapak harus masuk pada proyek yang utama.

Pertanyaan 7: Grefer dari Kupang NTT
Selamat siang pak Khoiri, saya sering mendapat ide dan saya terapkan menulis dalam hati. Tapi kadang bisa langsung ada kesempatan menuangkannya di laptop atau kertas kadang tidak. Saya mohon saran, mungkin ada hal-hal teknis yang dapat saya lakukan untuk hal ini bagaimana agar bisa lebih berkomitmen untuk menulis lagi, pak. Terima kasih.
Jawaban:
Yang tidak sempat menulis itu segera menulis pak. Buat point-point jangan dibiarkan. Untuk membantu pikiran kita bekerja mencatatkannya di atas kertas. Menulis itu hakikatnya menulis diatas kertas.

Pertanyaan 8: Nurhaida dari Pekanbaru Riau
Bismillah Assalamualikum wr wb. Terima kasih atas waktunya buat kami. Selamat Ultah buat bapak walau terlambat. Saya mau tanya ya karena saya belum pernah bercerita didunia maya, walaupun tiap hari bercerita depan siswa. Saya akan coba bercerita pada pembaca yang saya tanya. Disamping bahasa dan tulisanya nanti berserakan. Juga campuran antara fiksi dan non fiksi. Bolehkah seperti itu pak?
Jawaban:
Silakan ibu bercerita seperti mendongeng. Silakan ditulis dan tuntaskan dogeng ibu tapi lewat tulisan. Tapi jangan berhenti nanti kalau sudah cukup banyak bisa meminta bantuan senior untuk mereview atau membacakan. Itu perlu dibiasakan. Proses menulis itu pada dasarnya dari bahasa lisan. Ibu harus ingat juga fiksi atau novel itu seluruhnya imajinasi tapi sebagian juga ada fakta. Silakan ditulis saja bagaimana ibu berproses dalam menulis.

Pertanyaan 9: Mely Yanti dari SDN 47 Kota jambi
Assalamualaikum Pak, Mohon izin bertanya saya, kadang tidak percaya diri dengan apa yang dituliskan, karena pernah upload tulisan namun sepertinya tulisan tidak disambut baik dan menurunkan kepercayaan diri, nah bagaimana agar PD meningkat, sebelum mulai menulis .
Jawaban:
Ibu kalau soal tulisan itu pantas atau tidak pantas tidak usah diperhatikan. Ibu menulis saja. Jika ada orang yang mengolok-olok biar saja. Karena itu pekerjaan orang yang suka meremehkan. Justru mestinya kalau dia suka menulis dia akan memberi penghargaan meskipun tulisan ibu kurang. Kalau ada guru yang mengolok-olok itu nanti akan menyesal karena ketika diminta menulis belum tentu bisa. Kita melakukan kebaikan itu niatkan saja untuk berbagi. Lebih baik melakukan sesuatu meskipun salah karena suatu saat akan benar daripada tidak melakukan apa-apa.

Pertanyaan 10: Sumarjiyati GK
Assalamu'alaikum selamat siang pak. Saya yang mau saya tanyakan bagaimana cara mengembangkan tulisan pemula (menulis bebas) yang dirasa seperti curhat. Bagaimana cara menulis sebuah buku biografi? Ingin menceritakan kesuksesan seseorang. Agar tidak terkesan seperti curhat. Terima kasih.
Jawaban:
Menulis biografi seseorang tidak seperti curhat tapi kita mengamati seseorang dengan data yang baik, seperti informasi dengan wawancara, membaca catatan harian, foto dan seterusnya. Dan juga bertanya dengan keluarga dan teman-temannya agar kaya informasi, sedangkan autobiografi bercerita tentang diri sendiri. Bahkan lebih gambang karena lebih lancar.

Pertanyaann 11: Achmad Husin dari Bangka
Mohon penjelasan Pak. Bagaimana memulai membangkitkan kembali menulis yang dialami atau di rasakan, ttetapi perasaan yang dialami saat itu sudah hilang.
Jawaban:
Kalau perasaan hilang bapak harus merecall/memanggil ulang. Kalau perasaannya sudah tidak utuh berarti memorinya saja yang ada. Kekuatan membangkitkan perasaan saat itu berarti keterampilan sendiri. Agar mendekati kejadian itu kita harus bayangkan berada pada saat itu.

Pertanyaan 12: Hasanuddin dari Kota Mataram NTB
Bapak Much. Khoiri yang saya hormati dan omjay yang saya muliakan. Bapak Much. Khoiri betul-betul hebat dalam memanfaatkan waktu dan perasaan. Mudah-mudahan saya pribadi bisa mengikuti jejak dan langkah bapak dan Omjay khusus dalam menulis. Apakah 17 jurus jitu ini harus da semua dalam diri seseorang baru bisa menjadi penulis hebat dan apakah yang kita alami dan rasakan dalam satu kali perjalanan bisa menjadi sebuah buku dan bagaimana cara mengembangkannya?
Jawaban:
17 strategi tidak harus semuanya, ambil yang relevan yang bisa diterapkan. Katakan Read better, write faster bagi pemula itu tidak cocok jangan lakukan. Kalau belum mahir jangan ngebut menulis ambil saja menulis pemula. Menulis dengan cara free writing.

Pertanyaan 13: Sri Budi Handayani dari Gresik
Bagaimana caranya mendisiplinkan diri agar terus menulis walau sedang sibuk?
Jawaban:
Pertama harus mendasari niat. Kalau ibu punya niat yang kuat ibu akan berkomitmen akan itu. Sehingga mempunyai daya bangkit ketika malas dan daya tahan saat ada godaan. Kalau tidak mau berkomitmen dengan waktu menulis itu sangat berat karena ini sebenarnya masalah mengelolah diri sendiri yang kurang baik bukan ketika mengetiknya.

Pertanyaan 14: Deswa Madin.
Pertanyaan saya, bagaimana caranya mengatasi kesombongan dalam menulis. Kadang ide sering muncul. Saat ide muncul, saya tak pernah mencatat. Dalam pikiran saya, tar-tar aja nyatatnya. Paling juga ingat. Nah ...saat malam tiba ingin menulis, ide yang tadi tersimpan hilang semua. Bagaimana cara mengatasi itu ya pak.
Jawaban:
Sebenarnya dalam menulis itu bukan seharusnya sombong justru kita harus merendah. Jadi penulis itu harus siap jadi orang yang banyak belajar. Bahwa semakin banyak yang belum kita baca berarti banyak yang belum kita ketahui. Sehingga sederhanakan bahwa kita dalam proses belajar terus. Seperti kata guru saya dulu di perantren "Kalau engkau belajar kepada orang atau engkau belajar suatu ilmu engkau harus merasa bodoh." Dalam hal ini dengan demikian kita merasa bodoh harus mencatat jangan biarkan berseliweran dan nantinya segera dan sempatkan memindahkan dalam kertas hingga tidak hilang. Kita harus mengatasi diri sendiri. Kita harus belajar, belajar,belajar. Merasa kurang dan bodoh hingga kita banyak belajar dengan apa yang belum kita kuasai.

Pertanyaan 15: Roni dari Timor
Menulis di waktu utama. Maaf. Saya baru baca materi. Apakah menulis di waktu utama itu seperti yang sering disebut tantangan menulis? Apa saja yang dapat ditulis dalam waktu utama.
Jawaban:
Menulis waktu utama ini waktu yang paling dipilih. Waktu senggang juga boleh. Masalah apa yang ditulis terserah apa saja. Kalau mau menulis puisi silakan, kalau mau menulis tentang catatan perjalanan silakan, kalau mau tulis biografi ya silakan. Itu semuanya masalah pembagian waktu mengelola waktu. Kenapa utama mungkin saja ada waktu luang yang ada. waktu luang itu kapan? Misalnya menunggu menunggu kereta api, menunggu pesawat terbang, menunngu kapal atau istirahat mengajar. Ingat menulis bukan hanya menulis itu sendiri tapi berfikir apa dan bagaimana menulis itu juga termasuk menulis.

Pertanyaan 16: Andy Muhtadin dari Beltim-Babel
Assalamualaikum...luar biasa master emcho. Mau tanya 17 jitu menulis dalam kesibukan ada poin ke 14 menulis yang banyak.beranjak dari hal itu seperti apa? sebab bagi pemula menulis satu buku sangat membutuhkan waktu yang banyak, sedangkan tawaran master emcho dalam 17 jitu harus banyak menulis yang banyak. Trims atas jawabannya.
Jawaban:
Pak Andy maksud saya menulis banyak itu jangan tidak selesai menulisnya. Sehari kuat nulis dua artikel boleh. Tidak usah bertarget sesuai dengan kapasitas saja. Bapak tidak perlu menggunakan semua strategi tersebut. Menulis banyak itu bukan harus kuantitas melebihi kapasitas. Kalau kapasitas bapak plus sedikit saja. Kalau bapak mampu satu minggu 2 tulisan tambah satu lagi jadi 3 tulisan.

Pertanyaan 17: Candra dari Langkat-Sumut
Master Emco, pertama terima kasih 17 strategi jitunya, sangat membantu. Saya membaca biografi master dimana master merupakan alumnus International Writing Program di University of Iowa (1993), saya baca biografi penulis besar juga mereka pernah mengikuti program ini. Pertanyaan saya bisa share pengalaman master sampai bisa ikuti program ini? Ini program free kan master?
Jawaban:
Saya ikut International Writing Program tahun 1993. Saat itu satu-satunya pusat writing workshop/kreatif writing workshop didunia. Dari Indonesia yang ikut itu sudah banyak saya yang ke-32. Mengikuti itu melalui seleksi secara nasional ada dewan pemilihnya. Beruntungnya sekarang sudah ada 6 pusat writing workshop. Diantaranya amerika dan ingris namanya Writer Residen. Sekarang prioritas yang muda-muda yang dipilih. Saya pernah melamar tidak diterima karena mereka bilang saya sudah senior malah berkelakar sebaiknya bapak memberi materi bukan ikut lagi. Pak Candara, Free memang tapi harus melampaui seleksi yang pertama karya jurnalistik dan karya sastra yang cukup banyak dan direkomentasi tokoh-tokoh setempat serta menguasai bahasa Inggris. Coba cari tentang Writer Residen di internet. Disana pekerjaannya hanya menulis berbagi dan belajar. Khusus belajar proses kreatif itu.

Pertanyaan 18: Susilawati dari Kab. Cirebon
Selain hobi menulis cerita saya juga hobi menulis puisi meskipun semuanya masih berserakan. Yang mau saya tanyakan tentang menulis puisi, apa itu juga menulis? Terima kasih.
Jawaban:
Puisi itu juga suatu tulisan genre karya sastra, yang memiliki tiga genre utama: Pertama puisi, kedua prosa (cerpen, novelet, novel), prosa dan drama/lakon (sinetron). Ada juga karya jurnalistik membuat reportase. Ada buku-buku membuat biografi, autobiografi, ensiklopetia dan seterusnya itu juga menulis. Menulis itu adalah kegiatan menuangkan fikiran, perasaan dalam tulisan.

Pertanyaan 19: Syukri dari SMAN UNGGUL Dharmaraya Padang
Assalamualaikum Om Chori
Saya bertanya tentang pengalaman om Choiri dalam tulis menulis. Di materi yang om sampaikan ada 17 cara jitu menulis, yang mau saya tanyakan penulis pemula, yaitu apa yang sebaiknya ditulis bagi penulis pemula/amatiran. Artikel atau buku,  mohon bagi pengalaman om Chii. Sekian wasalam
Jawaban:
Untuk pemula sebaiknya tulis artikel saja yang cukup pendek. Karena masih latihan saya sarankan sebaiknya tidak usah merancang buku dulu. Berat buku itu karena mencangkup sekian banyak artikel atau tulisan. Belajar dulu menulis artikel pendek dengan topik-topik yang ada di tempat bapak di Padang.

Pertanyaan 20: Yulius dari Roma_Tana Toraja.
Selamat sore Prof. Bagaimana mengorganisasikan kata-kata agar tulisan enak dibaca? Terima kasih.
Jawaban:
Cara menata kalimat agar tulisan enak itu lewat latihan. Menata kalimat itu keterampilan karena itu disebut Writing Skill buak Writing Knowlange. Keterampilan itu akan menjadi mahir ketika dipraktekkan dan dilatih akan menjadi terampil.

Pertanyaan 21: Kaswati dari SMKN 1 NGLEGOK KAB. BLITAR Jawa Timur
Assalamuaalaikum.wr.wb
Saya baru memulai menulis. Saya suka puisi. Apakah saat saya menulis puisi itu harus runtut gaya bahasanya, dan apakah kumpulan puisi buat penulis pemula bisa di jadikan buku. Sekian terima kasih
Jawaban:
Kalau ibu suka menulis puisi, ibu harus memahami juga puisi itu apa. Memahami kaidah-kaidahnya. Puisi itu adalah tulisan yang tidak bebas karena ada rima, ritma, simbol, majas yang harus diketahui harus ada maknanya.

Alhamdulillah, semua pertanyaan sudah dijawab dengan baik olek pak Emcho. Kemudian pak Emcho memberi pesan bahwa kesibukan selalu ada diantara kita. Karena pada hakikatnya hidup penuh dengan kesibukan yang penting adalah bagaimana kita menyiasati kesibukan itu sehingga kita bisa menunaikan kewajiban kita banyak cara yang sudah saya beri berupa 17 strategi silakan mana yang bisa digunakan dan diamalkan semoga berhasil.

Setelah selesai perkuliahan beralih pada Omjay sebagai moderator. Omjay mengatakan "Terima kasih banyak pak Emcho, atas berbagi ilmunya, semoga pak emcho selalu sehat dan dapat terus berbagi ilmu kepada kawan kawan guru."

Bagaimana dengan penjelasan di atas? Sesibuk apa kita? Apa hanya kita saja yang sibuk? Siapa sih yang tidak mempunyai kesibukan? Pertanyaan yang menohok bagi saya seakan dilemparkan belati tepat ke jantung saya. Materi yang sungguh memberi inpirasi dan membuka pikiran kita bahwa dalam kesibukan pasti ada waktu longgar. Itulah waktu yang seharusnya dapat kita gunakan untuk menulis. Tiap orang memiliki kesibukannya masing-masing dari anak-anak hingga ke orang dewasa untuk itu hendaknya kita tidak lagi menjadikan suatu kesibukan itu sebagai alasan untuk tidak menulis. Nikmati setiap kesibukan. Seperti quote Pramoedya Ananta "Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulisi ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah, menulis adalah untuk keabadian." Untuk itu yuk sama-sama jadikan diri kita abadi di dunia ini dengan tulisan.




Rosamalinda Aziz
SMPN 2 Kundur Barat
Karimun, Kepri