Sunday, May 3, 2020


Belajar, Belajar dan Belajar Menulis Setiap Hari
Bersama:
Dr. Uswadin





Pembelajaran kali ini Rabu, 29 April 2020 pada pukul 13.00 - 15.00 WIB yang bertema Belajar, Belajar dan Belajar Menulis Setiap Hari yang akan disampaikan oleh Ketua IKA UNJ, Kabid Pend. ISNU DKI Jakarta. Yang lahir di Brebes, 15 Maret 1968. Beliau adalah Dr. Uswadin, seorang Pengembang Labschool.

Pembelajaran diawali dengan menampilkan audio oleh bapak Uswadin. Berikut isi audio tersebut yang dapat saya rangkum.

Beliau menyapa dengan salam dan berbagi beberapa hal tentang materi ini. Menurut beliau menulis memerlukan satu keterampilan dan kemampuan tersendiri. Kalau dilakukan latihan terus menerus dan juga belajar mengevaluasi kelemahan-kelemahan yang ada maka niscaya kemampuan menulis kita semakin hari semakin baik. Untuk menulis dengan baik ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu: 1) Harus mampu mengalahkan diri kita sendiri, yaitu mengatasi kemalasan, 2) Ketidakpercayaan akan tulisan sendiri, 3) Menyiapkan waktu untuk menulis, 4) Memanfaatkan ide yang ada kadang muncul tidak pada tempat maupun waktunya.

Pada saat ada ide menulis maka secara cepat saja kita menangkap ide tersebut dan menulis di dalam draf, hanphone atau kertas. poin-poin utama yang penting pada tulisan itu kemudian dikembangkan. Menulis itu dimulai dari ide, karena tanpa ide tidak memiliki konten yang jelas atau tujuan yang jelas. Ide-ide itulah yang menjadi pokok mengapa kita menulis dan berani menulis. Memulai itu adalah sesuatu yang baik jangan menunggu sempurna karena tulisan yang baik adalah tulisan yang sudah selesai. Beliau juga mendapat nasehat dari seorang Profesor disampaikan kepada muridnya bahwa karya yang terbaik adalah karya yang selesai artinya sudah ditulis dengan baik.

Selain audio beliau juga memberi slide sebagai contoh ide yang ia tulis di buku kecil sebelum hilang dan sebelum menjadi tulisan lengkap. Berikut slidenya






Ide itu muncul saat beliau sedang santai dan karena khawatir hilang. Maka langsung beliau ambil bollpoin dan buku kecil untuk mencatat poin-poin apa yang terlintas dalam kepala. Setelah poin-poin tersebut tertulis maka pada waktu dan suasana yang tepat bisa di tulis ide tersebut.

Setelah itu jadi tulisan menjadi seperti ini.


Mengambil Hikmah dibalik Pandemi Covid-19

Adanya sebuah keyakinan bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini adalah karena Allah swt akan memberikan hikmah di dalamnya. Allah telah berfirman dalam kitab suci yang artinya : Tidak ada sesuatu yang sia-sia dari penciptaan Allah (QS 3: 191). Allah berkehendak atas segala sesuatu yang terjadi di bumi ataupun di langit, karena Dia adalah maha berkehendak (QS 85:16). Peristiwa terjadinya Corona Virus di daerah Wuhan China di penghujung tahun 2019 dan akhirnya melebar hampir menyentuh seluruh negara di dunia sehingga menjad wabah pandemik yang dikenal dengan Pandemik Covid-19.

Wabah virus Corona telah merubah dunia secara mendadak, suasana keramaian yang semula terjadi di seluruh belahan dunia menjadi kesunyian yang merata, aktivitas sekolah dan perkantoran di rubah menjadi bekerja dan belajar di rumah, perusahaan dan industri terpaksa berhenti sesaat, dan beberapa berdampak lahirnya pemutusan hubungan kerja (PHK), pertumbuhan ekonomi melambat dan berimbas kepada menurunya kemampuan ekonomi masyarakat khususnya masyarakat kalangan bawah. Bahkan aktivitas keagamaan yang sakral pun yang semula dilakukan di tempat ibadah dilaksanakan di rumah. Bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan belajar di rumah (work from home and home learning).

Kebijakan social distancing dan physical distancing yang diterapkan dengan adanya karantina wilayah atau pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dalam rangka mencegah penularan telah diterapkan di berbagai daerah. Karena pola penyebaran virus ini sulit dideteksi sehingga menghindari kontak langsung dengan orang lain pada saat sekarang sangat disarankan. Semua orang mempunyai potensi untuk menularkan virus ini, karena penyakit ini kadang ditularkan oleh Orang Tanpa Gejala (OTG) yang telah berinteraksi dengan orang yang terpapar virus. Penyakit ini memang tidak memandang strata sosial, pejabat tinggi atau rakyat biasa, ras, negara, bahkan agama, semua memiliki potensi yang sama terpapar. Negara-negara maju dan terkenal bersih di Eropa dan Amerika-pun tidak luput dari virus ini. Bahkan menurut data Worldometer per 24 April 2020 pukul 00:31 GMT, Amerika menjadi episentrum wabah ini karena korban yang sangat banyak dan jumlah positif mencapai 879.598 kasus, meninggal 49.812 dan sembuh 85.679 orang.(https://www.worldometers.info/coronavirus/country/us/).

Kebijakan-kebijakan strategis telah diambil oleh pemerintah negara-negara di dunia, tidak terkecuali Indonesia untuk dapat menekan penyebaran virus corona dan mengatasi dampak-dampak yang timbul dari akibat virus. Beberapa langkah tersebut antara lain menerapkan PSBB, menetapkan Work From Home, belajar di rumah (home learning), menyiapkan Rumah Sakit Darurat, Pembatasan angkutan umum, keharusan menggunakan masker, memberikan bantuan sosial kepada warga terdampak, dan yang terakhir adalah pelarangan mudik menjelang lebaran yang merupakan tradisi turun temurun di Indonesia.

Hal-hal di atas merupakan dampak-dampak yang muncul karena adanya wabah virus Corona ini. Namun dibalik itu semua ternyata ada dampak-dampak positif yang ditimbulkan oleh adanya virus corona ini bagi manusia, bumi dan alam semesta. Beberapa dampak positif atau hikmah yang muncul antara lain:
  • Lahirnya kembali kesadaran akan pentingnya peran pendidikan di keluarga, bahwa peran orangtua dalam mendidik anak, adalah kewajiban yang utama dan pertama.
  • Kedekatan dan keakraban keluarga semakin erat, dalam kondisi biasa, anak-anak kurang mendapat perhatian orangtua karena kesibukan orangtua di luar rumah untuk mencari penghasilan/ berusaha. Namun dengan work from home, orang tua dapat menemani anak-anak dan bersama di rumah dalam waktu yang cukup lama.
  • Kesadaran kebersihan masyarakat semakin membaik dengan lahirnya kesadaran mencuci tangan dan menerapkan pola hidup bersih, bijak pada saat batuk dan bersin serta adanya kerja bakti membersihkan rumah dan lingkungan serta penyemprotan disinfektan di lingkungan.
  • Adanya kesadaran dari masyarakat bahwa mendidik anak ternyata berat, banyak orangtua selama home learning merasa kesulitan mendampingi anak-anaknya belajar di rumah. Mereka ingin segera kondisi normal sehingga anak-anak bisa kembali ke sekolah dan belajar di sekolah. Demikian pula dengan anak-anak yang merasa belajar di sekolah lebih menyenangkan, karena bisa bertemu dengan kawan-kawan, guru dan lingkungan yang lebih luas.
  • Guru-guru menjadi akrab dengan teknologi untuk pembelajaran, yang semula belum terbiasa menggunakan berbagai aplikasi dan beberapa tools untuk e-learning atau menggunakan gawai untuk pembelajaran maka sekarang hampir semua guru menjadi akrab menggunakan perangkat tersebut, ada yang menggunakan aplikasi dari google, ada zoom cloud meeting, web sekolah, whats app group, email dan lain-lain. Tuntutan pelayanan dalam Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama Belajar dari Rumah (BDR) maka guru mau tidak mau harus menggunakan TIK dalam pembelajaran.
  • Polusi udara di kota-kota besar dunia menurun dan udara lebih sehat dan bersih. Beberapa negara di dunia dilaporkan bahwa kualitas udara dengan kebijakan work from home yang membatasi aktivitas manusia. Menurut data Satelit Copernicus Sentinel-5P baru-baru ini memetakan polusi udara di Selruh Eropa serta China mengungkapkan adanya penurunan yang signifikan dalam konsentrasi nitrogen. (liputan6.com)
  • Bumi semakin menjadi lebih baik karena getaran bumi semakin berkurang. Dikutip detikINET dari CBS, periset yang memantau pergerakan Bumi menyebut bahwa disetopnya sistem transportasi, bisnis dan kegiatan manusia lain berkolerasi dengan getaran Bumi lebih rendah dari biasanya.
  • Menurunnya emisi gas rumah kaca dan perbaikan lapisan Ozon. Sebagaimana dilansir dari Tehran Times, sejak awal 2020, banyak orang mengalami hal tak terduga. Untuk pertama kalinya secara berturut-turut, emisi gas rumah kaca, konsumsi bahan bakar fosil, lalu lintas udara, darat dan laut secara drastis telah menurun. Keadaan tersebut membuat emisi gas rumah kaca pada Maret 2020 menjadi sama kondisinya dengan 1990-an, yaitu 30 tahun yang lalu. Menurut Darvish, menurunnya pergerakan manusia di alam dan lingkungan luar ruangan secara signifikan mulai mengurangi jumlah polusi suara dan gempa bumi. ( https://www.kompas.com/global/read/2020/04/22/064100670/bumi-rayakan-kondisi-terbaiknya-di-tengah-wabah-virus-corona?page=all.)
  • Satu hal yang baik dari adanya musibah corona adalah, munculnya solidaritas sosial yang tumbuh di kalangan masyarakat. Kesadaran berbagi kepada yang membutuhkan muncul di berbagai komunitas dan masyarakat. Ada pesan yang menarik dari peristiwa ini, walaupun fisik berjauhan namun hati dan perhatian selalu dekat.
  • Kesadaran membantu para petugas kesehatan yang dilakukan oleh beberapa kalangan masyarakat karena adanya kesadaran bahwa para petugas kesehatan adalah garda penting dalam mengatasi dan menyembuhkan wabah covid-19. Bantuan berupa Alat Pelindung Diri (APD) yang semakin mahal harganya karena terbatasnya persediaan, bantuan masker serta hand sanitizer sampai kepada bantuan baerupa makanan dan minuman serta buah-buahan untuk mendukung stamina para petugas kesehatan. Kondisi ini baru terjadi saat adanya wabah virus corona ini, dan sebelumnya masyarakat sangat jarang membantu petugas kesehatan dalam kondisi normal.

Demikianlah beberapa hikmah yang dapat diambil dengan adanya wabah virus corona. Banyak kejadian yang menyedihkan namun tidak sedikit juga yang memberikan kabar kegembiraan dan kebaikan bagi kehidupan manusia pada masa mendatang. Yang utama bagi kita semua sekarang adalah, tetap berpikir positif, menjaga kesehatan, menggunakan masker jika keluar, jaga jarak dan lebih baik di rumah (stay at home and keep health), serta peduli dengan masyarakat yang membutuhkan.

Memasuki Ramadhan 1441 H marilah kita perbanyak berdoa kepada Allah swt agar musibah covid-19 ini dapat segera berlalu dari bumi tercinta, dan kehidupan dapat normal kembali dengan suasana yang lebih sehat, lebih peduli dan lebih bahagia. Pasti ada rencana Allah yang indah untuk kehidupan manusia yang akan datang. Inna maal usri yusro, wa inna maal usri yusro. Bersama kesulitan ada kemudahan dan bersama kesulitan ada kemudahan.

Tulisan yang telah kita buat maka bisa dibagikan ke publik bisa melalui blog kita atau melalui media sosial yang lain seperti fb atau media cetak atau online. Tulisan yang sudah jadi saya coba kirim ke media online dan alhamdulillah bisa diterima oleh redaksi. Saya mencoba kirim ke beberapa media online dan ternyata diterima juga. Selain media online kita juga mencoba dan memberanikan diri untuk mengirimkan tulisan kita ke media cetak.

Ada kebanggaan tersendiri jika tulisan kita dapat dimuat apalagi di surat kabar yang sudah populer atau berskala nasional. Tulisan yang di upload di blog sendiri juga bisa menjadi media informasi kita.

Contoh tulisan yang ditulis di blog pribadi dan bisa di share juga ke medsos kita seperti facebook atau wag.


PESANTREN BAITI JANNATI
Oleh: Uswadin

Ada yang menarik di awal-awal tahun 2020, tahun yang memiliki angka kembar yaitu duapuluh duapuluh. Peristiwa pulangnya santri dari berbagai pondok pesantren ke rumah masing-masing, bukan karena akhiru sannah atau akhir tahun, bukan pula karena libur tengah semester. Pesantren yang memulangkan santrinya pun bukan hanya satu atau dua pesantren saja, namun semuanya mulai pesantren yang dikenal di seluruh negeri maupun pesantren biasa.

Pesantren Tebu Ireng, Pesantren Gontor, Pesantren Assalam, Pesantren Daurut Tauhid, Pesantren Darunnajah, Pesantren Darul Quran dan deretan nama pesantren lainnya hampir semuanya memulangkan santrinya ke rumah masing-masing. Pemulangan santri ini dikarenakan adanya wabah virus corona (covid-19) yang mewabah di seluruh penjuru dunia, tidak terkecuali Indonesia. Pesantren mengambil kebijakan untuk mencegah terjadinya penularan dan pencegahan wabah ini maka semua santri dipulangkan. Hal ini seperti dilakukan sekolah-sekolah yang telah melakukan kegiatan belajar dari rumah atau home learning dengan model Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Aktifitas pondok pesantren yang biasanya ramai, sontak menjadi sepi. Kegiatan pengajian yang biasanya dihadiri oleh para santri dan warga sekitar menjadi sepi, kegiatan-kegiatan olah raga di lapangan sekitar pesantren pun tidak ada, aktivitas pondok dengan hiruk pikuknya santri yang berlalu lalang dan membaca kitab di sudut-sudut pondok juga lenyap, bahkan qiyamullail yang rutin dilaksanakan bersama-sama dengan ratusan santri menjadi hening seketika. Pondok pesantren sekarang ditinggali oleh beberapa pengurus yang menjaga dan mengisi kajian-kajian yang dilakukan secara daring atau online melalui sarana-sarana yang dimiliki dan dikuasai pesantren seperti media televise, radio, streaming youtube, facebook, atau menggunakan zoom dan google meet yang sekarang sedang marak digunakan oleh orang-orang.

Pulangnya santri dari pondok pesantren  kemungkinan akan berlangsung seiring dengan merebaknya wabah pandemi corona ini. Kita semua berharap wabah ini tidak berlangsung lama dan bisa segera hilang dari bumi tercinta ini, khususnya Indonesia. Dengan adanya para santri kembali ke rumah maka sekarang muncul adanya pesantren baru, yaitu Pesantren Baiti Jannati.

Pesantren Baiti Jannati adalah pesantren yang muncul di masa pandemic Covid-19 ini, rumah-rumah yang sangat jarang dijadikan tempat tarawih pada saat Ramadhan serentak diisi dengan kegiatan taraweh, hal ini dikarenakan adanya larangan shalat berjamaah di masjid dan mushola. Suasana shalat wajib menjadi tidak biasa, hampir selama lima waktu dilakukan oleh orang-orang di rumah dengan berjamaah. Apalagi rumah yang kedatangan santri dari berbagai macam pondok, maka suasananya akan lebih berbeda lagi. Kegiatan tadarus dan menghafal quran serta mengkaji kitab-kitab kuning atau kitab kajian lainnya dilakukan di sudut-sudut rumah atau kamar-kamar santri/ siswa.

Ayah yang menjadi kepala keluarga sekarang merangkap menjadi Kyai dan Imam di pesantren Baiti Jannati, demikian pula dengan Ibu yang sekarang menjadi Nyai di Pesantren yang sama. Pesantren Baiti Jannati akan lebih semarak apabila dilakukan tadarus bersama antara anggota keluarga, ceramah singkat dan bersama-sama untuk berlomba dalam kebaikan apalagi di bulan yang penuh berkah dan ampunan, yaitu Ramadhan 1441 hijriah ini.

Semoga Pesantren Baiti Jannati dapat dilakukan oleh semua keluarga walaupun dengan situasi dan kondisi yang berbeda. Mungkin ada yang tidak maksimal karena kendala-kendala yang ada di masing-masing rumah tangga/ keluarga. Ayah tidak selalu harus menjadi imam, anak-anak laki-laki yang sudah dewasa atau baligh pun sudah bisa bergantian menjadi imam. Jika kita memanfaatkan keterbatasan-keterbatasan yang ada maka kendala apapun bisa diatasi. Tetap semangat dan tetap stay at home, semoga Covid-19 cepat berlalu dan pesantren-pesantren akan kembali hidup dan berjalan normal kembali.


Kalau kita terbiasa menulis maka insya allah kita pun sebagai guru bisa tingkatkan menjadi sebuah buku. Bisa dari buku pelajaran yang kita ampu. Karena kita sering menyampaikan hal-hal tersebut setiap hari jadi akan mudah dituliskan dalam buku. Pengalaman-pengalaman dan tulisan-tulisan yang kita simpan dalam blog maka bisa kumpulkan juga menjadi sebuah buku. Dengan menulis kadang-kadang ide-ide baru muncul dan tidak hanya tulisan kita pun juga bisa menulis syair lagu yang bisa menjadi sebuah lagu jika dinyanyikan. Selamat mencoba dan pasti bisa. Sukses selalu.

Kemudian sesi tanya jawab dimulai sebagai berikut:
Pertanyaan 1:
Kalau hasil sebuah penelitian ilmiah mau dijadikan buku populer, apakah ada persyaratannya?
Jawaban:
Wah ini bagus sekali kalau dilakukan. Karena kalau hasil penelitian data dan faktanya sudah bisa dikatakan valid. Berbeda dengan yang baru opini saja. Jadi bisa saja dijadikan tulisan populer tinggal pengemasan yang lebih mudah dibaca dan difahami.
Carannya antara lain dapat dilakukan dengan
  1. Mengambil latar belakang dari penelitian ditulis lagi di bagian pendahuluan dengan bahasa yang simpel saja. Bisa dipecah menjadi 2 bab.
  2. Menyampaikan penemuan penting atau ide penting apa dari penelitian tersebut. Ini bisa di bagi menjadi 3 atau 4 bab.
  3. Rekomendasi apa dari penulisan tersebut dalam 1 bab.
  4. Penutup atau kesimpulan jadikan 1 bab.
  5. Tambahkan gambar atau foto atau data yg membuat tulisan menjadi lebih menarik.

Pertanyaan 2: Isminatun dari Sukoharjo
Luar biasa Pak Uswadin. Karya melimpah, tulisan panjang dan tetap memesona. Kalau saya mencoba menulis, pendek saja terasa kurang memesona. Apalagi yang panjanggg begitu. Tampaknya tulisan bapak mengalir deras spt hujan lebat hingga membanjir. Bagaimana trik agar tulisan kita mengalir dan memesona? Terima kasih.
Jawaban:
Bu Ismi,saya sudah membaca blog ibu. Tulisannya juga sudah bagus. Menulis menulis dan belajar menulis. Saya juga masih belajar. Yang penting jangan dipaksakan kalau sedang tidak mood. Suasana batin sangat mempengaruhi dalam menulis. Sebelum di upload mimimal baca 3x dan nanti kita akan menemukan kekuranagnnya. Syukur kalau ada kawan yang mau baca sebelum di upload

Pertanyaan 3: Yeni dari Pati.
Kalau mau mengirim tulisan ke media online apakah ada persyaratan tertentu? Kalau boleh, minta link atau chanel agar bisa mengirimkan tulisan.
Jawaban:
Kalau mau kirim tulisan media online bisa lihat di bagian redaksi dan tata cara mengirim artikel di media tersebut. Media online sangat butuh tulisan untuk konten-konten mereka.

Pertanyaan 4: Dede Idawati dari Gresik
Mohon arahan bagaimana strategi menulis menulis sebuah artikel untuk dimuat media cetak.
Jawaban:
Strategi yang dilakukan adalah memantas-mantaskan dulu tulisan kita. Jika sudah dinilai layak maka akan diterima. Karena kita juga bersaing dengan tulisan-tulisan lain. Ditolak atau tidak diterima jgn membuat kita putus harapan. Apalagi sekarang hanya modal email.

Pertanyaan 5: Lusia dari Curup.
Materi yang sangat menarik, belajar, belajar dan belajar menuli. Bagaimana caranya menuangkan ide itu bisa mengalir, saya sudah mencoba, suatu saat buntu, hilang ide itu, klo boleh share sedikit lagi pak, terimakasih.
Jawaban:
Menuangkan ide agar mengalir kita buat runtutan dulu dalam konsep-konsep kita. Setelah kita anggap runtut baru tuangkan dalam tulisan. Setelah tulisan jadi kita baca-baca dan baca. Kemudian tinggal beberapa waktu 1 atau 2 jam baru kita baca lagi. Saya menulis yang di atas memerlukan waktu 4 jam dari konsep menulis dan koreksi sampai jadi.

Pertanyaan 6: Suheri dari Tangerang
Berapa lama 1 ide yang didapat bapak kemudian diterjemahkan dalam bentuk tulisan? Setelah tulisan-tulisan itu terkumpul berapa lama bapak dapat membuatnya menjadi buku dan bagaimana cara menyatukan ide-ide terserak yang didapat tadi?
Jawaban:
Ide yang ditulis menjadi tulisan bergantung kita dan kesempatan serta kemauan kita. Seperti contoh coretan saya dapat malam hari waktu tidak bisa tidur karena ada ide. Jadi sekitar pukul 01.00 saya tuangkan ide tersebut di kertas. Dan akhirnya saya bisa tidur. Dari coretan tersebut saya memakan waktu 3 hari mencari waktu dan kesempatan yang pas dan tepat. Setelah itu saya tuliskan lebih kurang 4 jam seperti jawaban sebelumnya. Menjadi buku tinggal kita mengkompilasi dari blog kota atau tabungan tulisan kita. Ini tergantung kita bisa tahunan. Buku sekolahku inspirasiku 4 tahun.

Pertanyaan 7: Candra dari Langkat-Sumut
Bisa diceritakan pengalaman bapak tentang tulisan pertama bapak yang diterima media online ataupun cetak? Menurut bapak sebagai guru, bagaimana kondisi ruang yang diberikan bagi kita para guru untuk mempublish tulisan kita? 
Jawaban:
Pengalaman pertama diterima tulisan kita di media. Sangat senang sekali kalau tidak salah saya menuliskan judul doa guru honor naik haji.

Pertanyaan 8: Rizky Satrya dari SDN DOYONG 1 Tangerang
Bagaimana cara membangun kepercayaan diri dalam menulis?
Jawaban:
Pa Rizky awal memang tidak percaya tapi terus saja menulis menulis dan belajar menulis. Nanti kita akan mendapat kepercayaan diri. Gaya menulis orang tidak sama pasti ada sisi-sisi lain yang dimiliki kita.

Pertanyaan 9:
  1. Apa yang harus dilakukan jika di tengah proses menulis tiba-tiba blank tidak bisa melanjutkan tulisan?
  2. Bagaimana caranya agar penulis bisa konsisten menulis?
  3. Bagaimana ciri tulisan yang disukai banyak orang?
Jawaban:
  1. Jika saat menulis ngeblank, maka tanda kita perlu istirahat, otak dan kemampuan kita juga punya keterbatasan jadi perlu rest atau rilek dulu. kalau sudah fresh tinggal lanjut. Jangan maksakan kalau lagi ngeblank nulis, bisa stress sendiri. Jadikan menulis sebagai hiburan.
  2. Untuk konsisten memang berat, saya pun belum bisa setiap hari menulis, karena jangan memaksakan kalau memang kita belum ade ide, menuliskan hal-hal yang biasa ditulis terus bisa membuat pembaca bosan untuk membacanya.
  3. Caranya ya kita sering baca tulisan orang-orang yang bagus sehingga terpengaruh dan terbawa bagus. berlatih, berlatih dan berlatih. Minta saran dari orang lain juga bagus juga

Pertanyaan 10: Bernad dari Toraja
Kembali saya disegarkan dengan materi hari ini, menurut pengalaman bapak, bagaimana mengatasi rasa tidak percaya diri dengan apa yang ditulis ?
Jawaban:
Pak Bernard, rasa tidak percaya diri pasti muncul pak. Itu alamiah. Sama pada saat orang baru belajar pidato, sudah bisa berdiri tenang di panggung saja sudah bagus. Nah untuk menulis pun demikian perlu latihan dan latihan, nanti kita akan merasa kalau sudah terbiasa maka ada kenikmatan sendiri menulis. Di situ akan muncul percaya diri.

Pertanyaan 11: Benny Belang dari Kupang
Bagaimana mengembangkan ide menjadi sebuah tulisan, jika ide yang muncul kapan saja itu mengandung banyak hal yang tidak berhubungan?
Jawaban:
Pa Benny Belang, wah kalau banyak ide tinggal ditangkap saja itu bagus pak. Tuliskan ide-ide tadi dan kumpulkan mana yang setema atau serupa bisa mendukung ide lain. Jika idenya berbeda 180 derajat maka itu bisa menjadi tulisan yang banyak. Misal Covid 19 dengan disiplin, dengan tradisi, dengan ekonomi dengan pendidikan ini bisa menjadi banyak tulisan

Pertanyaan 12: Prihariyani dari Semarang
Kalau kita menulis dan membuat sketsa/gambaran dari apa yang akan kita tulis dan wujud dari tulisan seperti yang bapak sampaikan bisa cerpen, puisi, lagu terkadang resep masakan . Bagaimana saran bapak untuk blog yang akan kita kelola ? Apakah hanya satu macam atau bisa bervariasi?
Jawaban:
Untuk masalah tersebut bergantung Ibu, namun kalau kita membuat satu blog sebenarya ngga masalah tapi ciri khasnya kurang, sarannya saya ibu bisa manfaatkan sarana lain misalnya menggunakan wordpress untuk resep, kompasiana untuk cerpen, blog untuk puisi dan lagu. namun kendalanya kita harus sering juga mengunjungi akun2 tsb. untuk awal satu blog juga tidak apa-apa, jika menarik akan di baca orang, kita bisa melihat statistik tulisan kita berapa yang baca dan darimana saja. Blog saya sekitar PPKn, Pendidikan dan Kehidupan Sekolah.

Pertanyaan 13: Hamdani dari Kepri.
Saya selalu terbentur pada ending tulisan. Ada faktor kegagalan untuk menemukan ending yang baik, bagaimana mengatasinya, Pak? Oo ya saya lebih menyukai menulis fiksi/ wacana naratif.
Jawaban:
Pa Hamdani, luar biasa menulis fiksi itu perlu kretivitas dan imajinasi yang tinggi, saya senddiri belum pernah menulis fiksi. Untuk membuat ending setahu saya ada beberapa pendekatan, 1) Pembaca penasaran, ini berarti akan ada lahir tulisan berikutnya, 2) Pembaca sampai kesimpulan ini berarti ending bisa dibuat happy ending atau sad ending atau normal, 3) Apakah ingin ada pesan moral yang iingin disampaikan. Siakan bapak pas pada piihan yang mana. Tulisan belum sempurna kalau tidak ada penutupnya. Pada contoh tulisan saya, saya ingin agar kita tetap optimis dan husnudzon kepada Allah, inna maal usri yusro wa inna maal usri yusro.

Pertanyaan 14: Unih dari Subang
Assalamualaikum wr.wb kuliah hari ini sulit berkata kata. Belajar, belajar dan belajar menulis setiap hari. Rasanya saya masih baru belajar padahal sejak 39 tahun yang lalu saya belajar tapi tulisan hasil belajar banyak yang hilang tak berbekas. Itu kesalahan saya karena saya baru belajar, belum sampai belajar, belajar dan belajar menulis. Terima kasih pa moderator dan bapak narasumber hari ini, semoga saya bisa terus belajar, belajar dan belajar menulis sehingga bisa mengikuti jejak para penulis handal. Kalau saya menuliskan kumpulan studi kasus hasil pembelajaran di kelas tiap materi pelajaran nanti masuk ke jenis buku apa ya?
Jawaban:
Waah ini menarik juga, kalau studi kasus ibu bisa membuat buku tentang studi kasus, buku-buku studi Kasus dari K Yinn dan Boldan bisa untuk referensinya, kasus-kasus itu menjadi lampirannya, keren. Misalnya Studi Kasus dalam Pendidikan di SMP, pendekatan terori dan praktik.

Pertanyaan 15: Mukminin dari Lamongan
Bagaimana tips menulis panjenengan kok bisa menulis dengan mengalir begitu saja dan panjang sekali. Mohon penjelasan.
Jawaban:
Pak Mukminin Lamongan, saya juga masih belajar pak. seperti disampaikan di atas belajar, belajar dan belajar.... jangan nyerah, tapi jangan diaksa juga bisa spaneng. Pelan tapi sampai dan jangan ingin cepat jadi tulisan.

Pertanyaan 16: Rachmi H dari SMKN 1 Tegal Sari - BWI
Dalam menulis selain menggunakan bahasa baku yang baik dan benar apakah diperbolehkan juga menggunakan istilah-istilah kata-kata yang unik/nyeleneh misalnya Mtr nwn.
Jawaban:
Untuk pertanyaan Rachmi H, kalau menulis resmi sebaiknya menggunakan bahasa Indonesia standar, kalau yang ngga standar di WA dengan teman yang sdh fmiliar. Mtr bisa dibaca motor atau matur atau muter, nah...jadi bingung apalagi bahasa kita ada ratusan yang setiap kata tidak sama untuk setiap daerah

Pertanyaan 17: Muh. Said dari Makassar.
Berapa lama mengumpulkan konsep atau ide suatu tulisan untuk dijadikan satu buku menurut pangalaman bapak.
Jawaban:
Pa Said, tergantung kita pak, kalau saya ada yang satu tahun ada juga yag 4 tahun. bisa mengambil momen-momen penting sehingga buku kita pas dan diperlukan orang.

Pertanyaan 18: Pak Etik Nurinto dari Kabupaten Pemalang
Untuk menjadi penulis Perlu kreatifitas dan kualitas agar tulisan kita bisa diterima oleh media baik online maupun cetak. Apa kiat-kiat khusus untuk menumbuhkan kreatifitas agar tulisan berkualitas?.
Jawaban:
Pa Etik, untuk menimbulkan kreativitas kita memang harus baca juga tulisan orang lain dan mencari literatur pendukung baik text book maupun dari internet. Kemudian kita ramu sesuai dengan kemampuan kita dan gaya menulis kita. Insya allah pa Etik bisa. Jangan kalah sebelum mencoba.

Pertanyaan 19: Dayu Sastrika dari Bali
Adakah tehnik khusus atau trik-trik merangkai suatu kalimat untuk menulis, saya kadang merangkai kata-kata bermasalah, misalnya membuat PTK
Jawaban:
Pak Dayu Sastrika..... trik merngkai suatu kalimat, sesuai kaidah dasar bahasa Indonesia, ada SPO dan adanya keterpaduan dan keruntutan kalimat satu dengan yang lain. Hindari membuat paragraf panjang apalagi sampai satu halaman. Idealnya dalam 1 halaman ada minimal 2 sd 4 paragraf. sehingga pembaca tidak lelah. Dicoba terus dan terus di coba lama-lama bapak terbiasa. Sukses selalu pak Dayu, dari pulau dewata

Pertanyaan 20: Astuti dari Yogyakarta
Tahun ini saya menang sebagai kepala sekolah berprestasi juara 3 di Kota Yogyakarta. Saya agak kesulitan menulis karya ilmiah. Mungkin bapak punya tehnik bagaimana cara mengembangkan sebuah karya ilmiah.
Jawaban:
Selamat bu Astuti, keren sudah juara 3. Ada kiat sederhana untuk meningkatkan kualitas tulisan kita, yaitu dengan membaca juara 1 tingkat nasional atau provinsi di Indoesia, nanti juga menjadi lebih bagus. Sekali lagi selamat dan kalau bisa adan keunikan atau ke khasan yang baru dari tulisan yang diangkat ini menjadi daya tarik Juri.

Pertanyaan 21: Andy Muhtadin dari Babel
  1. Agar tetap percaya diri dalam berkarya menulis bagi tips-tipsnya kepada kami pemula ini?
  2. Berapa lama Dr. Uswadin belajar menulis hingga dapat di terima pembaca khususnya penerbit?
Jawaban:
Pa Andi di Babel, lumayan lama pa. Kita latihan di blog sendiri saja, kalau di blog sendiri langsung di muat karena redaksinya kita. Untuk percaya diri sudah dijawab di pertanyaan sebelumnya, tetap belajar, belajar dan belajar menulis. Jika terbiasa akan jadi nikmat
 
Pertanyaan 22: Iez dari Lumajng
Menurut pengalaman bapak selama mencoba menulis berapa lama bapak gagal dalam menulis terutama yang diinginkan di media massa
Jawaban:
Gagal pernah, waktu masih mengirimkan tulisan pakai kertas belum email, sudah modal ngetik, prangko, ya karena belum pernah nembus, sementara ada teman yang sudah bisa tembus. Tetap berusaha, dan Allah akan menghargai usaha kita dari jalan yang tidak disangka sangka

Pertanyaan 23: Sri indayani dari Lamongan.
Dari keempat langkah untuk dapat menulis dengan baik, yang masih menjadi kendala bagi saya yang pertama menemukan ide, yang kedua merasa kesulitan untuk membuat kata-kata atau kalimat apalagi mengembangkan sampai panjang seperti yang dicontoh. Bagaimana cara mengatasi kendala yang saya alami tersebut pak?
Jawaban:
Bu Sri Indayani, ya kadang ide datang nya ngga diduga, makanya pada saat muncul ide, tulis saja poinnya di buku atau kertas biar ga hilang atau lupa, yang kedua dalam merangkai kalimat bisa dibantu dengan mengutip pendapat atau dari kitab suci atau dari teori, nah kita bisa kembangkan. Usahakan ada keruntutan atau kekoherensian antar kalimat, insya allah enak dibaca. Jangan menyerah padaa saatnya kita akan tersenyum dengan tulisan kita.

Pertanyaan 24: Alfi Nuazah dari SMA NEGERI 1 LECES.
Bagaimana mengatasi writting block atau tiba-tiba ide kita macet ketika menulis?
Jawaban:
Bu alfi Nuazah, jawaban saya sudah ada di pertanyaan sebelumnya. inti kalau menghadapi kesulitan sehingga kita mandeg atau berhenti, sebaiknya berhenti duu. Tinggalkan dan kita rileks, bisa satu jam atau beberapa hari, setelah ada ide lagi bisa kita lanjutkan. Jangan memaksakan menulis kalau sudah mentok, bisa spaneng. pakai terori lmain layangan bisa juga. kadang-kadang kendor dan kadang kenceng sesuai kondisi angin. semoga bisa menjawab. Tetap semangat

Pertanyaan 25: Elly Mahayani
materi yang sangat menarik, Belajar, belajar dan belajar menulis, bagaimana caranya menulis agar terhindar dari plagiarisme, karena terkadang ide yang kita miliki ada unsur kemiripan dengan ide orang lain.
Jawaban:
Ibu Elly, sejujurnya tidak ada yang 100% murni pemikiran kita. Jadi kalau pendapat kita sama dengan orang lain sangat mungkin, tapi kalau apa yang ditulis orang kemudian sama persis dan dianggap diklaim tulisan kita maka itu plagiarism, oleh karena itu kita harus mencantumkan sumbernya jika mengutip pendapat orang lain. Dalam notasi ilmiah ini sudah diajarkan

Pertenyaan 26: Suyatno dan Lamongan Jawa Timur
Bagaimana strategi menulis karya fiksi. Saya tiap mencoba untuk menulis karya fiksi tidak berlanjut.
Jawaban:
Pak Suyatno, menulis fiksi memnag lumayan berat, karena perlu imajinasi yang tinggi, saya sendiri belum bisa. Saran saya bapak baca-baca dan pelajari karya fiksi yang populer nanti bapak akan dapat pelajaran berharga. Dan jangan menyerah, biasanya kalau ada tantangan akan menghasilkan hal yang bagus jika kita tetap melanjutkan ikhtiar kita. Pelaut ulung bukan lahir dari laut yang tenang gelombangnya.

Pertanyaan 27: Suyatno dari Lamongan Jawa Timur
Mohon kiat dan trik agar kita cepat dalam menulis, Alhamdulillah saya sudah menulis 1 buku dengan topik Balanced Score Card. Buku ini merupakan hasil penelitian Tesis yang saya tulis kemudian saya jadikan buku, prosesnya satu tahun lebih, padahal tinggal edit materi sudah ada tapi jadinya lama sekali, membaca tulisan bapak di group tadi kelihatannya bapak btuh waktu tidak terlalu lama dalam menyelesaikannya mohon trik dan tipsnya Bapak.
Jawaban:
Wah keren pak Suyatno satu tahun jadi buku, saya ada yang 4 tahun baru jadi buku. Apalagi dari tesiss bapak. Keren sekali pak, tetap lanjutkan..


Sekian dan mohon maaf apabila masih belum puas atas materi dan jawaban dari pertanyaan, selamat berbuka dan jangan menyerah untuk bisa menulis sebagaimana kita kecil tidak takut jatuh saat belajar berjalan. Semoga Bapak IBu semua sukses, amiiin ya rabbal alamiiin
Terima kasih pak uswadin. Semoga semakin bertambah ilmunya dan sehat selalu. Aamiin.



Rosmalinda Aziz
SMPN 2 Kundur Barat
Karimun, Kepri



Kiat Menembus Penerbit Gramedia

Bersama:
Amir Faisal





Kuliah online kamis, 30 April 2020 pada pukul 13.00 - 15.00 WIB, menghadirkan narasumber yang bekerja sebagai Praktisi Bisnis dan Konsultan marketing beberapa perusahaan Gogreen, seorang Trainer sekaligus motivator nasional yang sudah terkenal di Indonesia. Beliau adalah Amir Faisal yang hingga kini telah mempublish 14 buku yang diterbitkan oleh Gramedia Group, Change, Farisma Publish, dan lain-lain. Buku-buku yang beliau tulis juga cukup banyak. Bisa membacanya di blog https://www.spiritualquantum.com/about/

Berawal dari mengucapkan salam "Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh," Pak Amir Faisal meminta peserta menyimak Youtobe sebagai pengantar pembelajaran kali ini. Video yang berseri. Untuk seri Hypnowriting ada 5 seri. Berikut linknya sila klik disini .

Video yang sangat menarik untuk disimak. Dalam video tersebut beliau hanya mentraining anak sekolah dan mahasiswa. Membuat tantangan untuk mentraining guru. Ini gila menurut beliau karena tidak tahu ilmu pendidikan berani mentraining guru?
Maka beliau belajar buku-buku pendidikan mutakhir dari BobbiDePorter, Barbara Prashnig, buku-buku psikologi dari Daniel Goleman, Howard Gardner, Thomas Armstrong dan ikut Trainingnya pak Munib Khatib, sekolahnya manusia.

Setelah menyimak tayangan Youtobe, Pembelajaran kali ini langsung dimulai dengan sesi tanya jawab terkait dengan Kiat Menembus Penerbit Gramedia.

Pertanyaan 1: Anto dari Banjarmasin
Bagaimana cara bapak bisa menulis dan percaya diri kalau buku bapak akan laku?
Jawaban:
Intinya tentukan dulu visi/dream anda, kenapa ingin jadi penulis. Lalu hadapi tantangan-tantangannya dengan gagah berani.

Pertanyaan 2: Adi Prastiyanto
Jika menulis buku hanya sampai 150 halaman apa bisa diterbitkan melalui gramedia? .
Jawaban:
Malah kalau terlalu tebal, gramedia gak mau. Yang penting adalah kualitas tulisan, genre anda dan buku itu disukai pasar atau tidak?

Pertanyaan 3: Beni Setyorini Bojonegoro
Menurut pak Amir, kelebihan tulisan yang bapak buat hingga diterima penerbit branded itu apa?
Jawaban:
Waduh, kalau kelebihan buku saya, sebaiknya nanti Ibu yang menilai. Saya hanya memenuhi kriteria penerbit

Pertanyaan 4: Abdul Majid dari Sidoarjo
Untuk mengirimkan naskah Buku ke penerbit termasuk Gramedia apakah yang dikirimkan full naskah ataukah hanya beberapa bab. Karena ada kekhawatiran jika dikirim full naskah sedangkan naskah tidak diterima untuk diterbitkan naskah tersebut tidak dikembalikan atau di gunakan atas nama orang lain. Mohon penjelasan dan sharing pengalamannya.
Jawaban:
Sejak awal menulis hingga sekarang, saya kirimkan full naskah.

Pertanyaan 5: Isminatun dari Sukoharjo
Buku diterbitkan gramedia yang notabene penerbit besar adalah dambaan banyak orang. Sebagai penulis pemula, mungkinkah buku saya diterbitkan gramedia? Bagaimanakah trik agar buku kita dilirik penerbit besar?
Jawaban:
Justru ini kita perlu belajar Hypnowriting (Insya Allah nanti ada 4 seri lagi)

Pertanyaan 6: Sitti Zuhraeni dari Bantaeng Sulsel
Apa ada ketentuan khusus di Gramedia yang tidak dimiliki oleh penerbit lain? Trus, bagaimana triknya agar naskah kita bisa langsung tembus ke Gramedia?
Jawaban:
Temanya Ilpop, tidak banyak teori. Semakin banyak hal-hal praktis semakin baik dan menarik perhatian banyak orang

Pertanyaan 7: Syukri dari Padang
Dari uraian bapak saya dapat simpulkan bahwa bapak seorang Autodidak tulen, dengan latar belakang orang lapangan (mandor), bisa jadi penulis buku best Seller, dipenerbit Mayor, yang mau saya tanyakan berapa lama buku pertama proses pembuatannya dan bagaimana kajian pustakanya, karena bapak bukan seorang pendidik. (unik)
Jawaban:
Buku pertama saya selesai sekitar setahun. Kedua sekitar 6 bulan. Kalau sekarang bisa 2 bulan. Kajian pustaka itu sifatnya hanya penguatan. Penerbit lebih menyukai karya original dari pikiran, perasaan, gagasan Anda sendiri

Pertanyaan 8: Benny Belang dari Kupang-NTT.
Jika buku sudah diterbitkan gramedia group dan selama 6 bulan buku tersebut kurang diminati pasar. Bagaimana konsekuensi bagi penulis dan pihak penerbit? Apa pengaruhnya bagi penulis? Bagaimana penulis mengatasinya agar bisa keluar dari situasi ini.
Jawaban:
Mudah-mudahan tidak terjadi. Makanya Anda juga harus gigih ikut marketing lewat medsos. Kasih pelatihan gratis. Bagi buku-bukunya pada key person/influencer dan sebagainya.

Pertanyaan 9: Sri Sulastri dari SMKN 2 Bojonegoro Jatim.
Saya sudah pernah mengajukan penulisan buku ke salah satu penerbit mohon maaf bukan Gramedia. Dan saya lihat kita harus mngikuti sesuai pedoman atau acuan yang sudah mereka buat. Apakah sama dengan Gramedia? Sudah ada langkah-langkah yang harus diikuti oleh penulis. Itu yang pertama, langkah apa supaya mudah untuk masuk di penerbit besar (Gramedia)?
Jawaban:
Semua penerbit saya kira punya kriteria masing-masing. Untuk Gramedia tadi sudah saya jawab di jawaban 2 dan 6.

Pertanyaan 10: Astuti dari Yogyakarta.
Saya pernah beberapa kali menulis artikel yang juga dimuat dalam beberapa buku saat teduh bagi umat kristiani. tapi saya belum pernah menulis sebuah buku. Bagaimana cara pendekatan ke penerbit? apakah buku jadi dulu atau kita menawarkan diri dulu?
Jawaban:
Kalau sudah jadi buku ibu

Pertanyaan 11: Grefer dari kupang-NTT
Terima kasih untuk sarannya agar buku bisa masuk ke gramedia. Saya tertarik untuk menulis novel. Menurut bapak, mungkinkah novel yang digabungkan dengan motivasi bisa menembus pasar buku di Indonesia? dan bagusnya, novel yang laris di pasar itu tebalnya berapa halaman?
Jawaban:
Itu yang laris Novel Motivasi. Sebaiknya Anda baca-baca Novel terbitan Gramedia atau patner, disana bisa dipelajari. Kemudian Anda beli beberapa yang genrenya cocok dengan Anda

Pertanyaan 12
Tadi dikatakan tidak memiliki basic menulis, lantas setelah menulis bukunya bisa jadi buku best seller, butuh waktu berapa lama menulis buku tersebut? "Menyiapkan anak jadi juara" isi buku ini terinspirasi oleh apa??
Jawaban:
Buku Menyiapkan Anak Jadi Juara itu terinspirasi :
  1. Ketika saya memberikan Motivasi pada anak-anak sekolah, saya merasa ada sesuatu yang salah. Seharusnya Motivator anak-anak ya gurunya sendiri. Apalah artinya kehadiran diri saya yang hanya 4 - 5 jam, dibanding para guru yang membimbing selama 3 tahun
  2. Saya membandingkan kedua anak saya, yang kebetulan yang satu di SMP favorit dan lainnya di SMA runner up

Pertanyaan 13: Said Wahid dari Mojokerto Jawa Timur
Bagaimana tulisan yang ditulis di blog itu mudah diakses di Google, atau jadi trending topic di laman atas mesin searching Google?
Jawaban:
Pakai SEO pak

Pertanyaan 14: Etik Nurinto dari Kabupaten Pemalang
Langkah-langkah stategis apa yang bapak lakukan saat membangun personal branding? Padahal awalnya bapak berprofesi bukan seorang penulis.
Jawaban:
Dengan menulis buku di penerbit nasional, aktif menjadi narasumber, kalau perlu gratiskan dan melalui Medsos punya website dan aktif menulis artikel, FP, IG dan sebagainya.

Pertanyaan 19: Rita Wati dari Jembrana
Bagaimana pertama kali bapak meyakinkan diri atau percaya diri untuk membawa tulisan bapak di penerbit nasional
Jawaban:
Kayaknya jarang. Kaidah-kaidahnya sudah saya jelaskan diatas. Editing dilakukan oleh penerbit, kemudian nanti kita akan dikirim proofnya untuk dikonfirmasi langsung ibu. Gramedia tidak menerbitkan buku pelajaran.

Pertanyaan 20: Warsih dari Tangerang.
Tadi bapak katakan yang laku di Erlangga itu semacam novel dll. Kalau misalnya tulisannya berupa kumpulan pengalaman 17 tahun menjadi tutor sebaya buat teman-teman guru bisa tidak masuk ke Erlangga, dan tulisan yang seperti itu berarti saya masuk gendre apa ya
Jawaban:
Bukan Erlangga Ibu. Tetapi Gramedia. True story bisa juga diterbitkan asal fenomenal. Misalnya pengalaman memberikan tutorial pada anak berkebutuhan khusus, pada anak-anak miskin, anak-anak di rumah singgah dan lain-lain.

Pertanyaan 21: Hamdani dari Kepri
Luar biasa, ini yang saya tunggu-tunggu sejak lama, Pak. Materi tentang Penerbit Gramedia. Saya hobi menulis novel walau baru 1 buku novel saya (260 halaman A5) yang saya rampungkan dan sudah jadi buku. Isinya memadukan romantisme, nasihat, dan status sosial. Saya ingin novel saya ini diterbitkan kembali di Gramedia, Bagaimana caranya, Pak? Di belakangnya masih ada dua lagi dalam masa perampungan.
Jawaban:
Bapak hubungi saja Gramedia di Kepri, kemudian minta No kontak penerbit salah satu penerbit di Gramedia group.

Pertanyaan 22: Ujang dari Bekasi
Saya memiliki hasil penelitian tentang studi tokoh, ingin dijadikan buku sampe bisa diterima oleh penerbit nasional. Bagaimana tips-tipsnya? dan tentang tokoh kira-kira penerbit apa yang berminat menerbitkan?
Jawaban:
Tergantung tokoh-tokohnya siapa Pak? Dibidang apa? Sebaiknya dichek di Gramedia Matraman sudah ada belum yang serupa?

Pertanyaan 23: Dayu Sastrika dari Bali
Karya original lebih disukai, itu artinya kita bisa berargumen atau menulis sesuai dengan apa yang ada dalam ide/pikiran kita berdasarkan pengalaman ya? Semisal kita ingin menulis tentang keadaan sekarang dalam suasana covid yang menyangkut segala permasalahan dalam pembelajaran daring, serta solusinya, karena saat ini di lapangan ada permasalahan yang dihadapi siswa, orang tua siswa dalam pembelajaran daring.
Jawaban:
Bagus itu Ibu, tetapi kalau bisa settingnya umum.

Pertanyaan 24: Heri Yudianto.
Cara mengikat dan menjaring ide untuk judul buku supaya laris manis bagaimana ya? Saya sering ke toko buku gramedia dan banyak buku yg laris dan ada juga buku yg diobral (tidak laris).
Jawaban:
Jangan hanya segmen sekolah/lembaga pendidikan saja, tetapi umum.
Buku yang diobral :
  1. Terbitan lama
  2. Tidak laku-laku
  3. Isunya sudah lama

Silahkan ikuti terus pembelajaran Hypnowriting ini sampai Youtube ke 5 Insya Allah akan banyak membantu menginspirasi

Pertanyaan 25: Ary dari Yogya
Pernahkan bapak mengalami kendala dalam menulis dan menerbitkan buku? Mengingat latar belakang bapak bukan penulis. Tantangan apa yang menjad motivasi Bapak?
Jawaban:
Kendala banyak Pak. Saya ada dua buku yang hingga kini tidak diterbitkan. Tetapi saya jadikan sebagai identifikasi masalah.

Pertanyaan 26: Yulius Roma dari Tator
Bagaimana bapak membangun konsistensi menulis?
Jawaban:
Kuncinya pada passion of life Pak.

Pertanyaan 27: Nurhaida
Bagaimana caranya, semulanya bapak seorang mandor, terus bisa terjun juga kedunia buku. Bagaimana caranya bapak termotivasi dan bisa sukses seperti sekarang?
Jawaban:
Jawabannya sama dengan jawaban 12

Pertanyaan 28: Muh. Said dari Makassar
Saya salut pengalaman bapak sebagai pengusaha sampai jadi konsultan dan akhirnya bisa menulis buku dgn judul Buku seorang Mandor Proyek. Bagaimana trik bapak sehingga bisa berubah dari pengusaha menjadi penulis di Gramedia.
Jawaban:
Karena :
  1. Hati saya sudah tidak bahagia lagi hidup sebagai kontraktor
  2. Kemudian menemukan Life Cycle saya.
  3.  
Pertanyaan 29: Dwi dari Gunungkidul
Saya biasanya menulis buku teknik, untuk dapat nembus penerbit harus 80 % tidak plagiat. Padahal untuk teori teknik sudah pakem dan biasanya hanya copy paste dari buku-buku yang sudah ada. Untuk menghindari plagiat bagaimana caranya?
Jawaban:
Cari expertise dan specialties. Kalau perlu uniquenya

Pertanyaan 30: Prayudi Arissanto
Bagaimana kiatnya supaya menulis bisa konsisten dan diminati pembaca?
Jawaban:
Jawabannya hampir sama dengan 24.

Pertanyaan bonus: Noralia dari Semarang
Apakah ada tips tertentu agar diterima di penerbit skala nasional seperti Gramedia jika kita tidak menulis genre buku sesuai buku yang diminati, seperti novel, komik dan buku motivasi? Karena memang saya kurang mahir untuk menuliskan buku-buku tersebut.
Jawaban:
Yang dimaksudkan dengan genre itu adalah sifat genetik karya anda. Bukan bidang atau tema bukunya. Misalnya novel itu, genre anda pada cerita anak-anak, roman, psikologi, motivasi, traveling dan sebagainya

Itulah sesi tanya jawab pada kuliah online kali ini. Tak terasa pertanyaan banyak yang ditanyakan oleh peserta sehingga narasumber ingin membuat schedule kelas online lagi berupa Youtube Menulis Buku Semudah Chating-chating yang bertemakan mengubah mindset menulis dan Hypnowriting. Banyak peserta yang penasaran akan kiat bagaimana bisa tembus ke Penerbit Gramedia. Terima kasih sudah berbagi ilmunya pak.




Rosmalinda Aziz
SMPN 2 Kundur Barat
Karimun, Kepri


Saturday, May 2, 2020


Merancang Desain Pembelajaran Modern
Bersama:
Dr. Paidi




Belajar menulis hari selasa, 28 April 2020 yang dimulai pukul 13.00 - 15.00 WIB mendatangkan Dr. Paidi sebagai narasumber yang membahas tentang Merancang Desain Pembelajaran Modern. Selain sebagai Praktisi Pendidkan Vokasi, narasumber juga saat ini menjabat sebagai Kepala SMKN 4 Kota Bengkulu dan Ketua MKKS SMK Kota Bengkulu dan Ketua Provinsi Bengkulu. Sebelum pembelajaran dimulai omjay memberi biodata narasumber dan file Desain Pembelajaran Modern.

Berikut isi file Desain Pembelajaran Modern milik Pak Paidi

Desain Pembelajaran Modern

Tujuan Pendidikan Nasional
  1. Mengembangkan kualitas sumber daya manusia, terarah, terpadu dan menyeluruh melalui berbagai upaya produktif dan kreatif oleh seluruh kompenen bangsa, agar generasi muda dapat berkembang secara optimal sesuai dengan potensinya (Sisdiknas).
  2. Kualitas sumber daya manusia akan menjadi kunci utama dalam memenangi persainagn pada era MEA (Dior (2014:14)).

Latar Belakang
Salah satu solusi memperbaiki ketidakefektifan belajar yang dikarenakan faktor alam seperti bencana alam atau peristiwa luar biasa (Pandemi Virus Covid-19), maka perlu pelaksanaan pembelajaran secara blended learning.
  1. Desain Instruksional
         
      2.  Blanded Learning


       
       3.  Research and Development.



Pembelajaran ini akan dipimpin oleh Mr. bams sebagai moderator tapi berhubung Mr. Bams belum dapat dihubungi maka moderator diambil alih langsung oleh Omjay. Omjay mempersilakan moderator untuk menyampaikan materinya. Kemudian disambut oleh narasumber dengan memberi salam «Assalamualaikum warahmatullah Wabarakatuh bapak/ibu/rekan-rekan semua kepada peserta belajar menulis" dan mengucapkan "Selamat bertemu di dunia maya untuk berbagi ilmu, semoga hal ini jiga bisa menjadi catatan amal kebaikan kita. Aamiin Yarabbal Alamin." Setelah itu Pak Paidi menyampaikan materinya dengan berbagi pengetahuan tentang cara mendesain buku pembelajaran.

Teknik dan Pendekatan Desain Pembelajaran
Teknik dan pendekatan yang beliau gunakan adalah mengacu pada tokoh fenomenal bidang desain pembelajaran yaitu Prof Dr. Atwi Suparman (mantan rektor UT) dan Dick & Carrey. Secara umum dalam mendesain pembelajaran dan sekaligus menghasilkan bahan pembelajaran secara ilmiah dapat dilihat pada bagan berikut ini:




Secara umum proses perancangan desain pembelajaran terdiri dari 11 langkah sebagai berikut:
Langkah 1:
Kita perlu mendapatkan data dan informasi guna mendapatkan masukan dari siswa/pengguna atas materi-materi yang dianggap sulit atau perlu dipelajari lebih lanjut.

Langkah 2: 
Berdasarkan data yang didapat dari langkah 1 selanjutnya kita perlu membuat identifikasi kebutuhan peserta didik terhadap mata pelajaran/bahan yang akan kita rancang.

Langkah 3:    
Berdasarkan data langkah 2 selanjutnya kita mulai membuat analisis instruksional/pembelajaran mata pelajaran yang akan kita rancang.

Langkah 4:    
Seorang perancang perlu mendapatkan gambaran karakteristik peserta didik yang akan menjkadi target atau pemakai buku yang kita rancang

Langkah 5: 
Membuat rumusan tujuan instruksional khusus (penggunaan istilah instruksional disini berdasarkan sumber asli yang di karang oleh Dick & Carrey yaitu instructional)

Langkah 6: 
Melakukan penyusunan TES

Langkah 7:
Membuat perencanaan strategi instruksional/pembelajaran yang akan digunakan (dalam hal ini beliau merancang pembelajaran secara blended learning)

Langkah 8: 
Mengembangkan dan memilih bahan instruksional. Bahan pembelajaran yang dirancang dapat dibedakan menjadi 2 yaitu bahan tercetak dan bahan online. Dalam hal perancangan bahan pembelajaran (Buku) dapat digunakan teori Rothwel dan untuk bahan online bisa menggunakan teori hannafin)

Langkah 9: 
Setelah draft bahan tersedia (langkah 8) selanjutnya perlu dilakukan evaluasi formatif sebagai berikut: 1. one-to-one expert dengan melibatkan 4 orang pakar (pakar Desain, pakar Media, pakar Materi, pakar bahasa); 2. One-to-one learner (melibatkan 3 orang siswa yang berasal dari siswa peringkat atas, menengah dan bawah); 3. Evaluasi Small group (melibatkan sekitar 9 siswa yang berasal dari kelompok, menengah dan bawah); 4. Field trial yaitu tahap uji coba luas dengan melibatkan siswa sekitar 30 siswa yang berasal dari kelompok Atas, menengah dan bawah. Setiap tahapan muai evaluasi one-to-one, evaluasi small group akan menghasilkan namanya draft bahan pembelajaran dan setelah field trial baru dinamakan prototipe bahan pembelajaran.

Langkah 10: 
Melakukan evaluasi formatif.

Langkah 11: 
Merancang dan mengembangkan evaluasi sumatif.

Khusus untuk langkah yang terakhir Evaluasi Sumatif sifatnya tidak harus dilakukan dalam proses desain pembelajaran karena harus dilakukan oleh pihak lain. Sedangkan untuk buku pembelajaran yang dirancang untuk keperluan penerbit bisanya pihak penerbit sudah mempunyai format/standar tertentu. Sehingga jika penulis ingin memasukkan buku agar bisa diterbitkan oleh penerbit maka format yang digunakan harus mengacu kepada format yang digunakan oleh penerbit.

Itulah pengantar dari bapak Paidi sekilas cara mendesain bahan pembelajaran yang secara ilmiah dapat dipertanggungjawaban, insyallah jika tahapan di atas dilakukan secara benar maka tidak akan terjadi kasus salah gambar dan lain-lain sebagaimana dahulu pernah terjadi di buku-buku yang beredar di lingkup dikbud khususnya jenjang sekolah dasar.

Setelah materi pengantar selesai dilakukan sesi tanya jawab yang semula dimoderator oleh Omjay sudah beralih ke Mr.Bams. Sebelum sesi tanya jawab dimulai Mr. Bams memberi tata cara jalannya sesi tanya jawab ini. Ketika pertanyaan diberikan langsung dijawab Pak Paidi, Bila selesai menjawab tulis huruf N di baris chat terakhir. Dan bagi peserta yang bertanya mengirim pertanyaannya dengan japri ke Mr. Bams. Kemudian sesi tanya jawab dimulai sebagai berikut tanya jawabnya.

P1: Andy Muhtadin, Beltim-Babel
  1. Setelah melihat dan memahmi PPT, Elearning SMK Bengkulu, saya berasumsi bahwa itu adalah desain belajar untuk program sekolah afirmasi dan mirip classroom kira-kira tangapan bapak seperti apa?
  2. Tolong beritahu kami cara praktis mendesain pembelajaran seperti SMKN Bengkulu?
Jawaban:
Terimakasih Mas Andi (Babel), untuk pertanyaan 1). Kebetulan saya pernah merancangkan sebuah desain pembelajaran untuk SMKN 1 Bengkulu, dimana waktu itu pihak sekolah kesulitan untuk mencari pola pembelajaran untuk siswanya yang melaksanakan di industri sekitar 6 bulan, maka saya buatkan sebuah konsep namanya blended learning dan alhamdulilah bisa digunakan dengan media yang dipakai siswa dan guru kala itu adalah Handphone. Praktek pembelajarannya memang menggabungkan antara pembelajaran di classroom dengan online. 2). Untuk cara praktisnya sepertinya bisa mas Andy ikuti alur yang ada di slide no. 7 tentang Pengembangan Blended Learning Berbasis Handphone (BLISH).

P2: Rasita, Kab. Mukomuko Bengkulu
Untuk langkah yang ke 9 mencari pakarnya agak susah di daerah bagaimana mengatasinya, apa lagi kami dari SD agak terbatas kemampuan serta personilnya.
Jawaban:
Untuk pertanyaan mbak Rasita, alhamdulilah untuk pakar yang dimaksud Prodi S2 Teknologi Pendidikan Unit sudah banyak mbak yang bisa, dengan syarat yang bersangkutan sudah mencapai kualifikasi S3/Doktor (Pendapat Sugiyono dalam Bukunya R&D) atau juga di kampus atau lembaga lain juga bisa selagi sudah ada bukti kepakarannya mbak.

P3: Supyanto, Kota Bekasi
Mohon penjelasan dalam desain Instruksional itu mengenal ada tes formatif dan sumatif. Apa bedanya?
Jawaban:
Untuk pertanyaan mas Supyanto, yang dimaksud TES Formatif disini adalah tes yang dibuat (modelnya bisa multiple choice, Essay dll) atas materi yang ada di bahan pembelajaran. Tes ini dibuat oleh si perancang buku yang sebelumnya telah melalui telaah oleh pakar dan uji validitas maupun reabilitasnya. Sedangkan Tes Sumatif dalam konsep desain ini adalah penilaian oleh lembaga lain (eksternal) atas kelayakan bahan yang dibuat oleh si Perancang buku tsb.

P4: Ridwan Nurhadi
Kalau boleh tau apa nama aplikasi e learning nya. Kayaknya keren banget.
Jawaban:
Software yang pernah saya untuk e-learning tersebut menggunakan moodle, murah meriah pak karena sifatnya open source. Tapi saat ini tidak bisa masuk lagi link tersebut karena sudah saya serahkan ke pihak SMKN 1 Kota Bengkulu. Jika mas Ridwan ingin melihat lebih jauh isinya nanti saya coba mintakan sama pihak SMKN 1, jika sudah ada hasilnya saya sampaikan kepada om Jay

P5: Iez, Lumajang
  1. Bertanya apakah langkah-langkah mendesain cara mengembangkannya sama dengan model dick and Carry ya?
  2. Yang dimaksud dengan research versi penerbit ini apakah blended learning yang dimaksud bapak?
Jawaban:
  1. Betul mbak Iez, karena saya juga menggunakan model Dick & Carrey. Namun mbak Iez juga bisa mengkombinasikan dengan teori/model lain seperti pada langkah 8 selagi sesuai dengan karakteristik bahan pembelajarannya.
  2. Heeee bukan, blended learning itu sebuah model pembelajaran, sedangkan yang saya maksud reseacrh versi penerbit ini lebih pada aturan tata cara pengetikan seperti desain cover, isi dan lain-lain yang diberlakukan oleh penerbit jika buku tersebut dicetak oleh Penerbit. Kalau versi penerbit biasanya ini ada kebutuhan tertentu yang ditetapkan oleh penerbit karena menyangkut untuk keuntungan penjualan dan lain-lain. Pihak penerbit biasanya sudah punyak team editor sendiri, seperti yang pernah saya lakukan untuk memperbaiki draft buku di Penerbit Salemba IV - Jakarta, sehingga buku tersebut bisa dicetak/diterbitkan oleh Salemba IV.

P6: Ika, Tangerang
Boleh dijelaskan mengenai teori rothwel dan teori hannafin pada langkah ke 8 dalam mendesain pembelajaran?
Jawaban:
Teori Rowntre itu adalah cara-cara untuk membuat buku yg sifatnya tercetak. Dan Hannafin itu untuk merancang bahan yang non cetak alias online. Untuk teknisnya nanti saya kirimkan e-booknya ya

P7: Lusia ,Curup.
Apakah rancangan pembelajaran seperti ini bisa untuk SD, sedangkan guru di SD mengajar seluruh mata pelajaran kecuali Agama dan PJOK. Bagaimana teknik penyederhanaannya?
Jawaban:
Untuk mbak Lusia, pada prinsipnya desain pembelajaran itu bisa untuk semua mata pelajarannya, yang membedakannya terletak pada isi pelajarannya.

P8: Sri Indayani, Lamongan
Setelah membaca semua materi yang berisi langkah pembuatan design pembelajaran saya masih belum bisa membayangkan hasil akhirnya. Yang ingin saya tanyakan bagaimana bentuk hasil design pembelajarannya, apakah menjadi sebuah buku atau yang lainnya? Bagaimana cara penerapan hasil design pembelajaran tadi ke siswa?
Jawaban:
Kelebihan desain pembelajaran ini adalah akan menghasilkan buku pembelajaran yang bisa dijamin kebenaranya selagi prosedur dikerjakan dengan benar. Kelebihan lain juga desain pembelajaran ini akan dilengkapi dengan instrumen pendukungnya termasuk model pembelajarannya sudah ditentukan.

P9: Noralia, Semarang.
Saya pernah melakukan penelitian R&D untuk tesis saya dulu, saya mengambil judul pengembangan modul pembelajaran dan itu saya penelitian hingga menjadi produk akhir yang bagus bisa sampai 6 bulan, padahal hanya untuk 1 bab materi ajar karena beberapa kali diujikan ke kelas besar sehingga dapat prototipe produk yang bagus.
pertanyaan saya,
  1. Untuk pengembangan bahan ajar seperti yang bapak laksanakan yang menghasilkan produk buku ajar untuk 1 tahun pelajaran, butuh berapa lama pak penelitiannya?
  2. Apakah tiap bab materi ajar di buku ajar yang dikembangkan harus diujikan di kelas besar atau hanya kita ambil sampel salah satu materi ajar saja?
Jawaban:
  1. Waktu yang dibutuhkan untuk 1 buku /tahun saya butuh waktu antara 6 sampai 10 bulan itupun saya sambil nyambi mbak heeee. Jika focus untuk desain buku saja 6 bulan itu insyallah sudah selesai.
  2. Iya betul setiap bab harus diujikan untuk tahap Small group dan Field trial.

P10: Dede dari SLB AB Kemala Bhayangkari 2 gresik
Jika mengacu kepada keterangan terakhir tentang buku yang dirancang untuk keperluan penerbit, penerbit sudah mempunyai format sendiri mohon arahan. Berkenaan dengan buku yang akan saya buat subjeknya ABK (Anak Berkebutuhan Khusus), lalu untuk uji coba seperti tahapan di atas apa memungkinkan?
Jawaban:
Ooooo Bisa mbak, anak berkebutuhan khusus, selagi bahan/materi buku masih dalam lingkup di SLB, silahkan dicobakan menggunakan alus desain sebagaimana tersebut pada slite 7.

P11: Budi, Gresik
Berapakah jumlah halaman yang dipersyaratkan bila membuat buku ini ?
Jawaban:
Tidak ada persyaratan minimal jumlah halamannya yang pasti buku tersebut sudah mencakup semua materi hasil analisis pada langkah 3 dan 5,

Karena waktu yang kurang dan banyak pertanyaan yang belum terjawab, Pak Paidi meminta kepada Mr. Bams merekap dan nantinya di jawab satu persatu dan dikirim ke email beliau.

Itulah rangkaian pembelajaran bersama Pak Paidi. Materi yang luar bisa berupa desain pembelajaran agar pelaksanaan proses belajar berjalan dengan terarah dan sesuai digunakan pada masa pandemi ini.




Rosmalinda Aziz
SMPN 2 Kundur Barat
Karimun, Kepri


Friday, May 1, 2020



Kerinduan Menulis


Sudah 5 hari tulisan tidak nongol di blog ini. Makin kesini tulisan makin redup, maksudnya semakin berkurang. Tidak seperti diawal memulai buat blog, hampir tiap hari menulis. Bahkan sehari bisa dua atau lebih yang ditulis. Semangat masih ada meski sedikit berkurang dibanding awal dulu. Setelah ditelusuri yang menjadi dasar tidak menulis karena tangan ini sakit teramat sangat. Mungkin dikarenakan selama di rumah efek dari pandemi corona ini penggunaan gawai dan laptop terlalu intens hingga susah untuk berhenti. Posisi tangan pada penggunaan gawai dan laptop itu membuat tangan menjadi kaku dan sakit tepat pada siku bagian kanan dan belakangan sakit itu terasa hingga keseluruh tangan kanan. Jari-jemari, lengan dan bahu semakin sakit. Sudah pakai obat olesan untuk mengurangi rasa sakit tapi hingga kini tidak pulih juga. Bahkan juga sudah makan obat tablet anjuran teman yang dulunya pernah mengalami hal yang sama, masih juga belum hilang rasa sakit itu.

Tapi pagi ini rindu ingin menulis kembali. Itu pun berawal dari membaca cerita dari Omjay yang dijalaninya selama seharian kemaren menjadi tulisan yang menarik untuk dibaca. Sehingga diri ini tergerak membuka laptop dan ingin juga menceritakan apa yang dialami selama berada dirumah dengan berbagai hal yang dihadapi.

Kegiatan yang dilakukan selama masa pandemi ini yang berjalan hampir 1,5 bulan berawal dari rutinisas bersih-bersih rumah, berkebun merawat bunga-bunga yang karena kesibukan jarang tersentuh, mendampingi putri semata wayang belajar, memasak, dan bergabung dalam kelas online belajar menulis bersama Omjay. Tapi tiga minggu belakangan ini sejak diterapkan belajar dari rumah dilakukan dengan menonton siaran TVRI yang membuat ku terhubung kembali dengan anak-anak didik secara  langsung kegiatan ku bertambah lagi. 

Bolak balik memberi informasi tentang pembelajaran di google classroom, memberi tugas dan mengoreksinya. Berarti dengan begitu penggunaan gawai semakin lebih intens lagi dan itu semakin membuat tangan ini terasa makin sakit. Makanya menulis dikurangi karena menyelesaikan tugas yang lebih utama mendampingi anak-anak didik sesuai dengan tugas yang telah diamanatkan. Suami juga sampai berkomentar kurangi kegiatan yang membuat tangan ini sakit. Suami merisaukan keadaan saya yang selalu mengeluh dengan rasa sakit  dan secara tak langsung membuat ia harus selalu mengurut tangan ini. Karena itu akhirnya saya hentikan sementara menulis tapi tetap memantau perkembangan belajar online. Sesekali bertanya dalam sesi diskusi dan sesekali juga BW (Blog Walking), membaca tulisan teman-teman yang bagus dan enak dibaca. Yang membuat diri ini semakin iri kapan ya bisanya seperti teman-teman. Sebenarnya jawabannya atas pertanyaan rasa iri tadi cuma dengan cara membaca dan menulis terus meskipun tulisan kita flat lama kelamaan akan berkembang. Minimal satu tulisan setiap harinya. Buat tulisan yang kita sukai dan kuasai.

Karena itu saya ingin bercerita sedikit tentang apa yang saya alami selama pandemi ini selain cerita diatas. Sudah tiga minggu berjalannya anjuran menteri pendidikan, agar anak didik belajar menggunakan media televisi dengan siaran TVRI. Siaran sudah lama ada tapi jarang ditonton untuk anak-anak sekarang dan bahkan diriku juga. Ketika anjuran menonton siaran TVRI, terus terang dirumah saya juga tidak ada siaran TVRI. Karena ingin mengikuti anjuran Pak Menteri Pendidikan akhirnya suami menyeting kembali televisi agar dapat siaran TVRI tersebut.

Meski sudah tiga minggu berjalan anjuran tersebut, masih banyak anak didik yang belum melaksanakan anjuran dari Pak Nadiem Menteri Pendidikan Indonesia itu. Berbagai hal kenapa mereka tidak melaksanakan anjuran itu. Diantaranya televisi di rumah yang tidak ada, televisi ada tapi tidak dapat siaran TVRI nya. Karena hal itu diberilah solusi untuk menonton TVRI melalui gawai. Yah kembali lagi mengalami hambatan seperti tidak ada HP android yang mendukung untuk menonton, kemudian ada HP android tp tidak punya paket, bahkan punya HP android, paket ada eeee signalnya ga ada. Berbagai kendala dalam melaksanakan anjuran menteri pendidikan itu.

Meskipun begitu saya tetap menjalankan amanat yang diberikan dengan cara selalu mengingatkan dan mengajak anak-anak didik yang memiliki gawai untuk terus menonton dan mengerjakan tugas-tugas yang diberikan dalam pembelajaran pada siaran TVRI. Saya guru matematika di satuan pendidikan tingkat Sekolah Menengah Pertama, pembelajaran matematika berlangsung dua kali dalam seminggu, di hari selasa dan kamis. Minggu pertama materi Perbandingan dan Teorema Pythagoras, minggu kedua Aritmetika Sosial dan Lingkaran, dan minggu ketiga materi Pecahan dan Bangun Ruang Sisi Lengkung. Setiap berlangsungnya siaran TVRI selalu ada soal-soal sebagai tugas anak-anak untuk latihan dirumah. Untuk mengevaluasi tugas yang dikerjakan anak didik, saya mengumpulkan tugas anak didik dengan cara  menggunakan aplikasi Google Classroom dan WA. Diawal menggunakan Google Classroom ada beberapa kendala selain signal yang buruk dan juga banyak anak didik yang tidak mengerti cara penggunaannya. Perlahan-lahan diajarkan dengan berbagai tutorial akhirnya kini mereka sudah piawai menggunakannya. Meski memang masih ada sih yang belum bisa sama sekali menggunakan aplikasi Google Classroom sampai sekarang, mereka masih mau mengumpul hasil tugas melalui aplikasi WA.

Meski tidak semua anak didik yang mengumpulkan hasil tugas karena keterbatasan seperti yang disebut di atas, saya merasa senang pada mereka yang memiliki HP android tak pernah lupa mengumpulkan tugas yang diberikan. Saking antusiasnya mereka, mereka selalu ingin cepat di nilai hasil kerjanya, dan dengan senang hati secepat mungkin saya menilai hasil kerja mereka dan menginformasikan hasilnya.

Terima kasih anak-anakku meski kita tidak bertatap muka kita masih bisa terhubung melalui media sosial. Semoga kalian selalu merasa haus akan ilmu dan ingin belajar, belajar dan belajar terus. Dan untuk anak didik saya yang memiliki keterbatasan mengikuti anjuran Pak Menteri semoga di rumah tetap belajar dengan menggunakan buku paket yang telah diberikan.