Thursday, April 16, 2020

Karya Inovasi & Kualitas Diri
Bersama:
Tri Agus Cahyono



TRI AGUS CAHYONO, M.Pd., penulis lahir di Pacitan, 22 Agustus 1982. Keseharian bekerja sebagai guru di SD Negeri Belik Tepus Kecamatan Tepus, Gunungkidul. e-mail: 3agusgurdacil@gmail.com Penulis menamatkan pendidikan terakhir Program Studi Pacsasarjana Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) jurusan Magister Pendidikan Dasar-IPA tahun 2015 melalui beasiswa P2TK Dikdas dengan predikat Cum Laude. Aktif sebagai ketua KKG Gugus V Purwodadi, Tepus Gunungkidul, DIY.

Penulis telah mendapatkan berbagai penghargaan sebagai berikut: 
1. Guru Berdedikasi Daerah Khusus TK. Nasional Tahun 2016; 
1. Juara I Perlombaan Karya Inovasi Pembelajaran TK. Nasional Tahun 2016 kategori MIPA;
3. Penghargaan Short Course ke Jepang Tahun 2017;
4. Finalis Olimpiade Guru Nasional (OGN) TK. Nasional Guru Kelas SD Tahun 2018. 
5. Finalis Guru Berdedikasi TK Nasional SD 2019

Itu adalah biografi dari narasumber yang akan membahas materi tentang "Karya Inovasi & Kualitas Diri." Kuliah yang dilaksanakan malam tadi dimulai setelah ibadah shalat isya'.
Sebelum sesi diskusi dimulai beliau memberikan beberapa hal tentang materi belajar kali ini. 

Berikut pemaparan materinya:

Pada hakikatnya sebuah karya inovasi adalah puncak dari proses belajar seseorang. Sesuai taksonomi Bloom yang telah direvisi oleh Krathwool. 
Ada 6 tahapan berfikir kognitif
1. Mengingat (C1)
2. Memahami (C2)
3. Menerapkan (C3)
4. Menganalis (C4)
5. Mengevaluasi (C5)
6. Menciptakan (C6)

Dalam taksonomi tersebut karya inovasi adalah sebuah tahapan puncak dari proses berfikir. Jadi ketika kita menginginkan sebuah karya inovasi yang baik, maka kita tidak boleh melewati tahapan-tahapan tersebut. Jangan sampai kita berinovasi tapi: 
1. Tidak tahu ilmunya
2. Tidak paham maksudnya
3. Tidak pernah menggunakan
4. Tidak bisa menganalisis bagian-bagiannya
5. Tidak bisa menilai kelebihan dan kekurangannya

Jadi intinya jika kita ingin menciptakan karya inovasi maka kita harus belajar menguasai materi keilmuan dari karya tersebut. Ketika final lomba Karya Inobel yang dinilai bukan sekedar bagaimana karya tersebut atau karya tulisnya tetapi yang paling penting dan lebih utama adalah bagaimana penciptanya/inovatornya yang akan ditelisik oleh dewan juri melalui presentasi dan tanya-jawab.

Nah bagaimana cara kita belajar untuk meningkatkan kualitas diri dan sekaligus menciptakan sebuah karya inovasi adalah dengan bekerja. Belajar kita lakukan pada saat mengajar. Cara belajar paling baik adalah dengan mengajar.

Beliau juga mengatakan ketika kita berC1 sd C5 ada sebuah ketika puasan. Setelah kita belajar, mengingat, memahaminya, menerapkannya, menganalisisnya, kita pasti mengevaluasinya (kekurangan dan kelebihan). Disitulah rasa ketidakpuasan akan muncul. Dan daya cipta kita sebagai manusia ( kreativitas) akan muncul. Nah sekarang bagaimana kita memilih bidang yang akan kita buat inovasinya.

Kuncinya "APIK" yang beliau kutip dari Pak Arif Edi
1. Asli (jangan menjiplak)
2. Perlu (benar2 dibutuhkan)
3. Inovativ
4. Konsisten

Contoh karya inovasi Tri Agus Cahyono yang memperoleh penghargaan inobel 2016.
Karya inovasi yang diberi nama media "Planetarium Bekam." Media ini adalah hasil dari ketidak puasan terhadap media konvensional yang selama ini ia gunakan yaitu globe. Bertahun-tahun menggunakan globe hasilnya selalu biasa-biasa saja. Anak tidak tertarik/kurang termotivasi dan prestasi belajar kurang memuaskan. Prestasi kurang lebih disebabkan kurangnya motivasi. Motivasi rendah lebih disebabkan materi bukan pada zona motivasi (jangkauan anak). Zona motivasi anak itu adalah sesuatu yang menantang namun bisa dikerjakan. Jadi jika materi terlalu sulit dan terlalu mudah maka dipastikan anak kurang termotivasi. Ketika menggunakan globe dalam pembelajaran IPA untuk menerangkan materi pergerakan Bumi & Bulan, anak dipaksa berfikir sangat abstrak. Jadi penasaran dengan media ini. Fungsi media ini adalah mempermudah observasi. Ketika anak memperbandingkan globe yang diperagakan dengan lampu senter dan mengakomodasikan dengan kejadian sebenarnya antara Bumi, matahari, dan bulan sangat sulit. Disinilah ketidakpuasan terhadap globe muncul. Beliau menganalisis kelebihan dan kekurangan globe dalam menjelaskan materi tersebut.
Kelebihan yang ia dapatkan ternyata media itu model yang paling sesuai, ada di sekolah, mudah digunakan, dan lain-lain. sedangkan kekurangan tidak bisa menampilkan bagaimana kenampakan langit dari bumi saat diperagakan. Meskipun anak kelas 6 sudah mampu berfikir abstrak namun kemampuan tersebut masih terbatas. Khusus pada gerak semu atau bukan gerak sebenarnya anak sangat kesulitan untuk menerima konsep tersebut. Semisal Gerak semu harian matahari. Beliau menyampaikan ke anak. bahwa gerak semu harian matahari. Matahari tidak bergerak tetapi yang bergerak adalah bumi. Kelemahan globe tadi adalah tidak bisa menampilkan bagaimana gerak semu matahari. Sehingga menjadi sulit bagi anak. Maka anak akan lemah motivasinya untuk terus belajar. Itu kendala yang harus diselesaikan. Dengan kekurangan itu beliau menemukan ide untuk menyelesaikan masalah tersebut dan bisa langsung dijelaskan untuk mengatasi kendalanya. Karena aktifitas beliau dengan kamera sangat tinggi.  hampir setiap kegiatan merekam foto dan video. ketika beliau merekam video dengan kamera action cam misalnya menggunakannya dalam kondisi bergerak. Sedangkan obyek yang kita shoot tidak bergerak. maka ketika kita memutar videonya. hasilnya benda yang kita shoot kelihatan bergerak padahal aslinya tidak bergerak. dan kamera merupakan alat optik yang menyerupai kinerja mata. Inilah ide beliau memasang kamera pada globe sebagai pengganti mata kita. 

Beliau juga memberikan video terbaik yang memunculkan ide dasar pada karya inovelnya tersebut.  Berikut isi dari video tersebut.
Dalam video itu ketika ia naik wahana cangkir (komedi putar) di Dufan. Tampak teko dalam kondisi sebenarnya tidak bergerak, tetapi dalam video bergerak. Itulah yang bisa dimanfaatkan untuk menjelaskan gerak semu. Teko sebagai matahari sedangkan kamera adalah mata yang ada di bumi. Dengan begitu siswa lebih mudah memahami. Teko akan muncul dari samping kiri ke kanan dan menghilang. Mirip dengan gerak semu harian matahari. sehingga beliau berpikir bagaimana supaya hal tersebut bisa ditampilkan di kelas. Maka kamera yang dipasang harus bisa live menampilkan kenampakan langit. Akhirnya kamera beliau hubungkan ke laptop dan proyektor (LCD) lalu sorotkan ke langit-langit kelas. Maka jadilah planetarium bekam (Globe berkamera). Globe dipasang kamera web cam. Cara menggunakan dalam pembelajaran seperti menggunakan globe biasa.

Beliau mengatakan tidak selamanya karya inobel yang juara mesti ada unsur TIKnya. Itu semua tergantung kebutuhan. Karya manual sederhana namun idenya luar biasa akan dapat melebihi karya yang berbasis TIK. Dalam lomba inobel kelebihan dari sebuah karya bukanlah dari sifat modern atau tradisionalnya tetapi lebih kepada kebermanfaatan, ide, dan kemudahan untuk digunakan dan direplika oleh orang lain. Meskipun karya berbasis TIK kelihatan lebih keren tetapi sulit untuk ditiru dibuat oleh guru lain atau sulit diaplikasikan di daerah-daerah tertentu maka nilainya akan kurang.

Kunci  Karya Inovasi 
1. Menemukan baru
2. Menyempurnakan yang lama
3. Silahkan terapkan APIK tadi menurut kondisi anda sendiri

Saran beliau apabila kita memiliki kesulitan untuk mencari ide krestif karena menyelesaikan administrasi guru, miinimalkan administrasi, lebih ke hal-hal aplikatif dalam mengajar, ingat kita adalah guru, tugas utama kita mengajar, administrasi kebanyakan hanyalah formalitas jadi utamakan administrasi yang penting-penting saja.
 




Rosmalinda Aziz
SMPN 2 Kundur Barat
Karimun, Kepri























Wednesday, April 15, 2020



Menulis Artikel di Majalah Suara Guru PGRI
Bersama:
Dr. Jejen Musfah





 Dr. Jejen Musfah adalah seorang Pimpinan Redaksi Majalah Suara Guru PGRI. Biodata beliau dapat dilihat disini. dan Majalah Suara Guru PB PGRI email : majalah.suaraguru@gmail.com

Diawal pembelajaran Dr. Jejen Musfah memberi kata pengantar sebagai berikut:

Opini intinya gagasan penulis atas kebijakan atau fakta pendidikan yg terjadi. 
Artinya opini tidak akan kehilangan topik. 
Kebijakan dan fakta pendidikan selalu hadir
Tapi tidak smua berhasil menangkap momentum untuk menanggapi
Guru adalah praktisi
Majalah suara guru setua PGRI sendiri
Sudah puluhan tahun
Tulisan bisa dimuat di online dan offline
Cetak 5000 eksmplar
Dibagikan ke hampir 34 provinsi
Rubriknya beragam
Opini. Resensi. Sastra. Destinasi. dan lain-lain

Apa saja syaratnya kita bisa mengirimkan artikel ke redaksi majalah guru?
  1. Menyebutkan status dan foto
  2. Tulisannya bisa sesuai rubrik di atas
  3. Diutamakan bidang pendidikan
  4. Dan isu-isu yang hangat

Sampai saat ini jujur saja kata Dr. Jejen masih kekurangan naskah berkualitas. Cenderung diterima dengan editing redaktur dan minim naskah yang masuk.

Ternyata menulis dan mengirimkan tulisan di majalah suara guru PB PGRI  tidak ada honornya. Sempat ada honor. Jika keuangan memadai ke depan akan dibayar

Menurut Dr. Jejen satu orang boleh mengirim lebih dari satu artikel ke majalah PGRI dan tulisan yang paling disukai. Naskah yang dimuat majalah PGRI adalah tentang pendidikan mutakhir. Dalam mengirim artikel syarat yang harus dipenuhi tidak boleh mengandung syara agar bisa dimuat di majalah guru. Naskah yang akan dikirim memiliki opini maksimal 1000 kata. Dan bebas dalam tata cara atau aturan khusus tentang tulisan (ukuran dan jenis huruf, pengaturan halaman, dan lain-lain). Artikel yang sudah dimuat secara online di website PGRI dan di majalah PGRI tidak boleh dikirim ke media cetak lain. Perjalanan Dr. Jejen di majalah PGRI bisa dilihat disini

Lamanya penerbitan naskah yang dikirim melalui online dalam hitungan jam bisa terbit sedangkan majalah 2 bulan sekali. Untuk mengetahui naskah sudah terbit lihat web atau dikirim linknya oleh tim. Beda halnya pada hasil penelitian pendidikan tidak bisa dimuat di suara guru atau majalah PGRI, tapi bisa ke jurnal PGRI

Kiat-kiat agar kita mau dan mampu membuat artikel 
Menurut Dr. Jejen, kiatnya tuliskan jangan takut buruk, baca-baca opini di koran nasional atau detik.com. Penulis yang baik sama dengan pembaca yang baik. Intinya gagasan orisinil, bukan plagiat.

Pengalaman Dr. Jejen selama menjadi redaksi ada istimewa dan duka. Istimewa atas kebersamaan dalam kesederhanaan atau kekurangan dan sedihnya tidak bisa bayar penulis. 

Berdasarkan pengalaman dan kiat-kiat yang diberikan oleh Dr. Jejen kita bisa menulis di Majalah Suara Guru PGRI dan tentunya mengikuti syarat-syarat yang sudah dipaparkan oleh Dr. Jejen. Terima kasih Dr. Jejen atas ilmu dan informasi yang diberikan.




Rosmalinda Aziz
SMPN 2 Kundur Barat
Karimun, Kepri






Menulis Buku dalam Seminggu dari Seminar Virtual di Youtobe
Bersama:
Prof. Eko Indrajit




Tanpa terasa kita sudah sampai pada pertemuan ke-11. Pada pertemuan ini akan disampaikan oleh Prof. Eko Indrajit yang saat ini menjabat sebagai Kepala SLCC dan Pengurus Besar PGRI. Pembelajaran ini dibagi 2 sesi, 60 menit materi dan 60 menit tanya jawab. Sebelum pembelajaran dimulai beliau mencerita kisahnya selama masa pandemi yang terjadi saat ini. Prof. Eko Indrajit mengatakan mengajar sudah menjadi hobbynya dari kecil. Sehingga tidak ada hari tanpa mengajar. Mulai dari mengajar sandi-sandi pramuka, cara main sulap kartu, membuat perangkat elektronik, dan lain sebagainya. Akhirnya beliau jadi dosen sekaligus konsultan seperti sekarang ini. Beliau juga mengatakan bahwa mengajar dan berbagi ilmu serta pengalaman sudah menjadi DNA dalam tubuhnya. 

Nah, pada saat covid inilah, beliau tidak bisa lagi mengajar secara langsung tatap muka. Kalau beliau tidak mengajar, stamina menurun.  Kalau stamina menurun, akan bisa tertular virus. Maka pada hari ke 5 lockdown di rumah, beliau putuskan untuk mengajar via streaming YouTube. Tidak perduli ada atau tidak ada yang nonton, yang penting beliau ngajar agar semangat. Maka beliau membuat EKOJI CHANNEL di YouTube. Semuanya dimulai pada tanggal 20 Maret 2020. 

Mengikuti seminar virtual bersama Prof. Eko Indrajit gratis loh say!.", tapi kalau mau pesan e-sertifikat, baru dikenakan biaya tambahan 10,000 rupiah untuk membayar teman-teman yang membantu administrasi. Beliau terkejut ketika seminar pertama tersebut yang ikut 600 orang dan hingga saat ini yang menonton youtube sudah 6,000 orang untuk tema pertama yang namanya DIGITAL MINDSET. 

Beliau mempersilahkan untuk nonton rekamannya di YouTube. Yang lebih terkejut lagi, untuk satu seminar tersebut, yang pesan sertifikat 1,116 orang. Wuih, tiba-tiba beliau dapat 11 juta dalam sehari. Akhirnya mulai tanggal 24 Maret 2020 sampai sekarang, setiap hari jam 8 pagi beliau melakukan seminar 1-2 jam di Youtube Streaming untuk siapa saja yang tertarik.

Diskusi dimulai dari pertanyaan Om Bams sang moderator.

Prof dari mana ide seminar di youtube kemudian mengeluarkan sertifikat ?
Kata beliau idenya sederhana. Setiap dosen harus membuat laporan untuk kenaikan jabatan akademik. Biasanya mereka harus mengikuti seminar dengan bukti sertifikat. Dengan adanya pandemi ini, semua seminar dibatalkan. Artinya ada dua. Mereka tidak bisa mendapatkan sertifikat (yang artinya akan kesulitan naik jabatan akademik), dan akan kehilangan pemasukan. Karena pemasukan beliau 70 persen dari seminar, workshop, lokakarya, konsultasi dan sebagainya. Semua orang yang ikut itu ternyata 80 persen adalah mereka yang pernah membeli buku-buku tulisnya semenjak tahun 1998. Beliau menulis buku juga dulu disuruh mahasiswa, karena ada krisis ekonomi 1998, ternyata buku itu jadi best seller. Akhirnya yang dulu ketagihan mengajar, menjadi ketagihan menulis. 

Trik menulis buku dalam seminggu 

Caranya mudah. Kita harus mendisrupsi diri sendiri. Usah banyak dibaca teorinya. Langsung aja pilih judul, langsung tulis. Seminggu pasti jadi. Contohnya bisa dilihat pada EKOJI CHANNEL miliknya. Pilihlah yang menarik perhatian. Beliau menantang peserta dalam waktu satu minggu untuk menjawab 6 pertanyaan sederhana mengenai topik yang dibahas, yaitu: 5W1H. Misalnya judul DIGITAL MINDSET. Kemudian jawab pertanyaan (dalam bentuk tulisan) sebagai berikut;. Chapter 1: APA yang dimaksud dengan digital mindset. 2. MENGAPA digital mindset dibutuhkan 3. SIAPA yang harus berubah mindsetnya 4. DIMANA digital mindset harus diterapkan 5. KAPAN digital mindset diterapkan. dan 6. BAGAIMANA cara menerapkannya. 

Nah, satu hari tulis satu. Berarti hari keenam sudah jadi. Hari ketujuh tulisan akan ditambah sana sini. Kemudian  akan LANGSUNG terbit dengan e-ISBN resmi dari perusahaan publikasi beliau yang di Yogyakarta, yaitu CV PREINEXUS yang bermitra dengan penerbit lama Graha Ilmu. Beliau mengatakan kita sebagai penulis pertamanya, beliau sebagai penulis keduanya. Kalau ternyata e-bukunya laku (kita jual di situs EKOJI CHANNEL dengan harga murah meriah, karena yang penting banyak yang beli).

Tertarikkkkk??? 
Beliau melelang judulnya kalau ada 3 orang memilih juduh yang sama, lebih baik. Jadi pengarangnya 4 orang plus beliau. Rejeki dibagi tiga penulis. Bagaimana ada yang minat?.

Dulunya beliau jadi penulis karena masih banyak waktu luang, dan waktu itu belum ada internet. Sedangkan sekarang keterbatasan waktu beliau, beliau lakukan kombinasi. Sabtu Minggu menulis, kalau hari biasa jadi Youtuber. Bagi beliau, buku dan youtube adalah MARKETING BROCHURE atau MARKETING TOOLS. Karena orang mengenal kita, baru mereka mengundang kita untuk bicara di acara mereka. Dari situlah beliau menghidupi keluarga  hingga saat ini.
  
Prof. Eko  mengatakan musuh menulis adalah diri sendiri. Motivasi hanya dapat dibangun dari dalam diri sendiri. Oleh karena itu, pilihlah sesuatu yang di SUKAI dan KUASAI. Berdasarkan pengalamannya kalau sudah terbiasa dengan 5W1H, lainnya menjadi mudah. Menulis adalah cara kita menyampaikan buah pikiran lewat tulisan. Jadi semua tulisan adalah baik, karena dilakukan dari hati. Kita pasti punya banyak hal yang ingin diceritakan kepada orang lain. Tulis saja apa yang ada di kepala kita. Usah takut. Kualitas menulis itu ditentukan oleh pembacanya. 

Kualitas menulis adalah masalah jam terbang. Lama-lama jadi bagus sendiri. Menurut beliau satu-satunya yang perlu diperhatikan adalah buatlah tulisan yang tidak membuat orang lain sedih karena kita menyampaikan hal-hal yang buruk atau jelek. Karena menulis hal-hal yang buruk mendatangkan energi negatif. Malah akan mengganggu kehidupan masa kini dan mendatang.

Nasehat Prof. Eko , jangan waktu mengatur kita, kita yang harus mengatur waktu. Buatlah menulis sebagai sesuatu yang PENTING dan GENTING, sehingga harus segera dikerjakan. 

Bagaimana? Mau menyambut tantangan Prof. Eko? Hanya dalam waktu seminggu?





Rosmalinda aziz
SMPN 2 Kundur Barat
Karimun, Kepri


Tuesday, April 14, 2020


MELURUSKAN NIAT MENERBITKAN BUKU
Bersama
Omjay



Kuliah umum online yang berlangsung pada hari sabtu, 11 April 2020 bersama Wijaya Kusumah yang lebih tenar dengan sebutan Omjay. Selain sebagai blogger ternama ia juga seorang youtuber. Banyak prestasi yang telah ia raih. Saat ini beliau berprofesi sebagai guru TIK dan dosen STMIK Muh. Jakarta. Materi yang dibahas kali ini tentang "Meluruskan Niat Menerbitkan Buku." Omjay seorang founder belajar menulis di WA Group PGRI. Alhamdulillah sampai saat ini sudah banyak menghadirkan narasumber-narasumber yang hebat dan luar biasa. Materi-materi yang diberikan diluar dugaan. Seperti menulis 3 alenia, pentigraf, menulis tanpa ide, membangun branding, mendesain pembelajaran jarak jauh, menulis tentang momen spesial kala mengajar, dasar menulis kata, kalimat, dan paragraf, dan banyak lagi. Bukan sampai disitu saja kami juga diberi tantangan untuk bercerita dari gambar yang diberikan seperti: siomay, bayi, kucing, ketoprak, mie ayam bakso, jengkol, pisang coklat, dan banyak lagi. Berkat itu semua sampai hari ini sudah banyak tulisan yang kami hasilkan. Rasa tidak menyangka bisa melakukan hal itu. Dengan itu semua kami peserta terutama saya menjadi terinspirasi dan termotivasi untuk lebih serius lagi melatih diri untuk selalu menulis, menulis, dan menulis agar kami bisa mewujudkan menerbitkan buku nantinya.

Pembelajaran dimulai pada pulul 19.00 WIB, beliau memberikan rekaman kuliah pada link http://youtobe.com/wijayalabs. Meskipun ada masalah pada audio sehingga siaran ulang tidak terdengar suaranya. Maka dilakukan diskusi. Diawal beliau mengatakan "Luruskan niat jangan hanya mengejar sertifikat tapi mengejar ilmunya serta wujudkan menerbitkan buku."

Kegiatan kuliah online ini, semua peserta diwajibkan menulis resumenya. Pertama hasil resume kuliah online dari narasumber tentang materi yang selama ini kita ikuti dan kedua buku bebas dari apa yang kita sukai dan kuasai. Ikatlah ilmu dengan cara menuliskannya dan posting di blog agar banyak orang yang membaca karya tulis kita di internet. Materi yang diberikan oleh para narasumber akan bagus sekali bila dibagikan kepada guru-guru yang belum sempat mengikuti program belajar menulis gratis dari PGRI. "Kita biasakan berbagi ilmu dan pengalaman dalam bentuk tulisan. Sebaik-baik manusia adalah yang mau belajar dan mengajarkannya." Kata Omjay

Ketika ada peserta yang tidak fokus belajar sehingga ada beberapa materi yang terlewatkan dan belum sempat buat resumenya dengan bijak Omjay memecahkan masalah agar peserta berkolaborasi dengan kawan-kawan peserta lainnya di group wa. Kita sudah punya ketua kelas dan sekretaris di masing-masing wa grup. Bila belum ada, maka andalah yang berinisiatif untuk menjadi pemimpin dan guru penggerak di wa grupnya. Bukankah kita semua adalah guru penggerak? Kita tak hanya mementingkan diri sendiri tapi juga mengajak peserta lain yang kesulitan untuk menulis menjadi terbantu untuk menerbitkan bukunya.

Kurang banyak membaca membuat tulisan kita kurang berkualitas dan di belajar menulis inilah kita ditantang untuk berlatih menulis. Kita belajar bersama untuk menerbitkan buku. Narasumber yang baik hati telah memberikan semua ilmunya kepada kita dan disinilah kita perlu meluruskan niat menerbitkan buku. Om jay tidak hanya memberikan materi-materi yang luar biasa dari narasumber -narasumber hebat, lebih dari itu Om jay telah menanamkan sikap rendah hati dan terus mengajak untuk berbagi mengejar Akhirat.

Apa solusi agar resume kita memiliki daftar pustaka?
solusinya adalah buku-buku dari para nara sumber bisa kita jadikan daftar pustaka dan juga tulisan kawan-kawan peserta yang bagus dan keren di blog bisa dijadikan daftar pustaka. Itulah mengapa Omjay mengajak kawan kawan untuk saling berkunjung dan berkomentar ke blog peserta lainnya. Blog walking itu penting agar kita menemukan gaya menulis diri sendiri. Sebab setiap orang punya gaya menulis yang berbeda beda.

Bagaimana menyikapinya agar tulisan kita menjadi buku meski jenis buku dengan ide yang sama sudah banyak terbit?
Cara menyikapinya teruslah dengan ide kita atau cari tema lain yang beda dengan tulisan orang lain. Kita harus mampu mengembangkan kreativitas dan imajinasi. Saat kita menulis, usahakan jangan copy paste tulisan orang lain. Sehingga apapun yang kita tuliskan menghasilkan informasi baru bagi pembaca. Buatlah setiap pertemuan kuliah online kita bermakna dan membuat kita menemukan ide segar dalam menulis. Omjay menawarkan peserta untuk membeli buku UKTUB karya Akbar Zainudin dan buku Menulis Tanpa Ide karya Budiman Hakim. Omjay juga mengatakan dari resume yang dikirimkan peserta ke email, beliau menemukan banyak peserta yang sudah menemukan idenya dan telah berhasil membuat tulisannya enak dibaca. Seperti tulisan ibu Tere yang setiap hari bisa mendapatkan 8000 orang netizen berkunjung ke blognya.


Pengalaman Omjay dalam menulis hingga menjadi blogger ternama
Kata beliau, terus terang beliau bingung mau menulis apa ketika bikin blog. Hari itu beliau buat blog dan hari itu pula meninggalkannya. Namun beliau kemudian terinspirasi dengan blog pak agus dan pak dedi. Dua orang kakak beradik ini menuntun Omjay menjadi Blogger ternama. Beliau banyak belajar dari blog http//gurukreatif.wordpress.com dan http://dedidwitagama.wordpress.com. Untuk menumbuhkan kreatifitas beliau, tulisannya didokumentasikan di blog dan beliau juga menemukan mantra ajaib menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi. Kita dapat mengunduh bukunya gratis di http://wijayalabs.wordpress.com Selain itu Omjay juga memiliki pengalaman tidak menyenangkan selama jadi guru blogger pada saat tulisannya diambil orang lain tanpa mencantumkan namanya. Beliau menulis di blog adalah caranya berbagi ilmu dan pengalaman. Saran beliau menulislah dari hatimu agar engkau dapat bertemu pembaca setiamu pada blog yang anda kelola.

Kebanyakan peserta kurang blog walking yang berakibat tidak tahu apa yang harus dikerjakan. Disinilah kepandaian kita diuji dalam mengelola waktu. Beliau juga memberi solusi apabila mengalami kesulitan dalam membuat blog di blogger.com, dapat dibantu oleh pak Brian. Beliau adalah penulis buku blog yang bukunya best seller.

Semua keberhasilan Pak Wijaya selaku influencer, blogger, dan youtuber sangat menginspirasi. Hal itu sudah melalui perjuangan yang sangat panjang. Mempertahankan kesuksesan hari ini pun membutuhkan kedisiplinan untuk tetap berkarya melalui tulisan. Ini menjadi inspirasi bagi kita semua. Apalagi blog yang sudah ditulis 30 artikel bisa langsung menjadi buku. Rekam jejak yang tak akan lekang oleh waktu. Namun hal ini tentu memerlukan minat dan bakat, tidak semua guru memiliki talenta ini. Tapi kita bisa berusaha mewujudkannya dengan rajin menulis, menulis dan menulis dari yang kita sukai dan kuasai. Jadikan pengalaman sebagai guru terbaik. Mencoba meramu semua bahan bacaan menjadi tulisan yang lebih bermutu dan mencerahkan pembaca.

Terima kasih Omjay atas segala inspirasi dan motivasinya. Semoga kami benar-benar bisa meluruskan niat untuk tidak hanya mengejar sertifikat tapi mengejar ilmu serta wujudkan menerbitkan buku. Aamiin Ya Rabbal Alamin.



Rosmalinda Aziz
SMPN 2 Kundur Barat
Karimun, Kepri













Monday, April 13, 2020


Jengkol



Jengki alias jengkol adalah makanan khas Indonesia yang banyak disukai orang. Beraneka ragam olahan jengkol bisa disajikan. Diantaranya: semur jengkol, rendang jengkol, gulai jengkol, oseng-oseng jengkol, bahkan kerupuk jengkol. Jengkol memiliki cita rasa yang unik dan juga aroma yang aduhai seisi rumah akan tau kehadirannya.

Makan jengkol sebiji atau sepuluh biji tidak akan ada bedanya dari aroma yang keluar dari mulut maupun ke pembuangan. Jadi lebih baik makan banyak. Hahaha. Tapi di keluarga ku jengkol tidak menjadi makan favorit atau makanan yang diincar. Bayangkan saja aku 7 bersaudara ditambah mama dan papa jadi 9 orang, tapi mama kalau memasak jengkol cuma 10 biji saja, kemudian dibelah dan akhirnya menjadi 20 potong. Tidak seperti kebanyakan orang masak sampai ratusan biji jengkol meski keluarganya lebih sedikit dari keluargaku. Duapuluh potong jengkol itu saja dikeluargaku tidak habis dalam sehari karena kami memakannya paling hanya sepotong atau dua potong saja. Itu semua bukan karena kami tidak suka jengkol. Cuma tidak begitu suka. hehehe. Yah kalau ada dimakan seadanya kalau tidak adapun tidak jadi masalah.

Menurut temanku ada beberapa tips agar aroma mulut kita setelah memakan jengkol akan hilang yaitu makan sedikit beras atau makan sesendok kecap manis. Tapi terus terang tips itu tidak berhasil pada ku. Mungkin bisa dicoba oleh yang lain, mana tau tips itu ampuh. Silakan dicoba!.




Rosmalinda Aziz
SMPN 2 Kundur Barat
Karimun, Kepri



Mie Ayam Bakso





Ini nih makanan kesukaan darling, suamiku. Mie ayam bakso. hampir disetiap destinasi wisata kuliner yang dicari suamiku ya mie ayam bakso. Kata suamiku mie ayam bakso letak kelezatannya pada mie. Nah loh, bukannya letak kelezatannya bagi kebanyakan orang terletak pada ayam yang dipotong dadu dikasih rempah dan kecap itu. Ternyata tidak pada suamiku. Alasannya mie yang dibuat alias diracik oleh penjual itu yang nikmat dibandingkan mie yang digunakan adalah mie instan. Pantesan setiap kali makan mie ayam bakso ketika disajikan dengan mie instan suamiku selalu kecewa dan sering terucap olehnya "Yah... mie instan!." Tak jarang juga setiap kali ingin membeli mie ayam bakso selalu ditanyakan dulu ke penjual apakah mie yang dipakai mie instan atau tidak. Seandainya mie instan yah sudahlah gagal makan mie ayam.

Mie ayam bakso langganan keluarga ku adalah mie ayam Pak De Kakek. Nah loh, binggung lagi kan. udah Pak De pakai Kakek pula lagi. Yah gitulah putriku menamai penjual mie ayam bakso itu. Aku menyebut Pak De sedangkan anakku menambah kakek. karena Pak De selalu memanngil anakku dengan sebutan cucu. Jadilah nama si penjual Pak De Kakek. Komposisi mie ayam bakso Pak De Kakek sama seperti mie ayam bakso kebanyakan, yang isinya terdiri dari mie, sayur sawi, potongan ayam yang sudah dibumbui seperti ayam kecap, sedikit kuah plus bakso ikan. Sesekali ada acarnya juga. Hampir setiap akhir pekan kami makan mie ayam bakso Pak De Kakek selain rasanya lezat disitu juga menyajikan minuman segar seperti es cendol, air kelapa, es campur, dan juga es gunung. Yang pasti kalau pergi makan mie ayam Pak De Kakek tinggal bilang seperti biasa, Pak De Kakek langsung paham.

Tapi kini hampir satu bulan kami tidak makan mie ayam bakso Pak De Kakek lagi. Gara-gara Covid-19 kami harus tetap tinggal di rumah sesuai dengan anjuran pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran wabah corona. Kami selalu berdoa agar musibah ini segera berakhir dan kami bisa makan mie ayam Pak De Kakek lagi.



Rosmalinda Aziz
SMPN 2 Kundur Barat
Karimun, Kepri


Sunday, April 12, 2020


Kunci Sukses Jadi Guru Berprestasi

Bersama:
Encon Rahman




Narasumber kali ini berasal dari Majalengka yang lahir pada tanggal 5 April 1972. Beliau adalah Encon Rahman, seorang pembicara, trainer, dan konsultan ekonomi mikro bersama Iwan Saktiawan di berbagai lembaga BUMN. Di dunia pendidikan sebagai seorang guru, banyak prestasi yang telah ia raih baik di tingkat nasional maupun internasional. Prestasi beliau berawal dari mondok di pesantren Daarut Tauhid pimpinan Abdullah Gymnastiar yang kita kenal Aa Gym. Beliau Juara II sayembara menulis karya ilmiah tingkat nasional tahun 2005. Kecintaannya pada bidang pendidikan beliau tercatat sebagai guru PNS pada tahun 2006 ditempatkan di Kabupaten Majalengka. Sebagai guru muda ia terus berkarya dan berkarya. Setiap tahun beliau memperoleh prestasi dari berbagai ajang. Prestasi yang gemilang beliau ketika mewakili bangsa Indonesia untuk tampil di ajang internasional sebagai guru terbaik Indonesia pada tahun 2017 dari negara Thailand, yakni penghargaan Princess Maha Chakri Award (PMCA). Untuk mengetahui lebih detailnya bisa di lihat pada YouTobe dengan link https://youtu.be/FWBFNVvHi-8.

Sesuai dengan materi malam ini Kunci Sukses Jadi Guru Berprestasi sangat tepat beliau jadi narasumbernya. Beliau mengatakan lomba guru berprestasi bukan hanya di Indonesia tetapi lomba ini juga diterapkan di negara-negara lain termasuk di Asia Tenggara. Itulah sebabnya pemerintah setiap tahun selalu mengadakan lomba gurpres. Lomba gurpres termasuk ajang berprestasi dan bergengsi bagi seorang guru.

Kenapa dikatakan demikian?
Karena penilaian gurpres lebih komprehensif dan menyeluruh dari berbagai faktor. Sebagaimana diketahui di dalam Undang-undang nomor 14 tahun 2005 jabatan guru itu adalah profesi.Seorang guru harus memiliki jabatan profesional di mana jabatan ini mencakup 7 M.

Apa itu 7M?
7 M adalah 7 Miliar, opss bukan itu ya.
7 M adalah Mendidik, Membimbing, Mengarahkan, Melatih, Menilai, Mengajar, dan Mengevaluasi.
Apabila guru tidak memiliki ranah 7M ini, maka akan menjadi pertanyaan besar karena guru adalah seorang profesional.

Pada sisi lain pemerintah selalu mengadakan lomba gurpres baik tingkat jenjang satuan pendidikan TK, SD, SMP, dan SMA diantaranya memiliki tujuan.

Apa tujuannya?
  1. Mengangkat guru sebagai profesi terhormat, mulia, bermartabat, dan terlindungi.
  2. Meningkatkan motivasi dan profesionalisme guru dalam pelaksanaan tugas profesionalnya.
  3. Meningkatkan persaingan yang sehat selalu pemberian penghargaan di bidang pendidikan.
  4. Membangun komitmen mutu guru dalam rangka peningkatan mutu pembelajraan menuju standar nasional pendidikan.

Untuk menjadi gurpres tidak mudah dan juga tidak mustahil. Karena gurpres merupakan ajang prestasi dan prestise tertinggi bagi karir seorang guru. Jika dalam lomba-lomba sejenis yang di adakan oleh Kemendikbud seperti inobel, LKG, OGN, dan sejenisnya itu baru bagian kecil dari komponen gupres.

Apa rahasia sukses Kang Encon Rahmadi agar menjadi juara 1 gupres tingkat nasional?
Rahasia beliau hanya dua saja yaitu memiliki amalan batiniah dan memiliki amalan lahiriyah.
Salah satu malan batiniah ketika kita akan mengikuti lomba gurpres adalah jangan ada dengki dan sombong kepada orang lain sesama peserta gupres. Adapun lahiriyah adalah isi seluruh komponen portopolio dengan benar.

Mau tau trik Kang Encom Rahmadi memperoleh Penghargaan Maha Chakri Award?
Triknya adalah mengikuti gupres yang dilaksanakan oleh pemerintah. Utusan dari negara lain pun sama, mereka adalah gupres di negara asalnya.

Unsur-unsur apa aja yang dinilai untuk seleksi gupres?
Unsur yang dinilai untuk seleksi gupres adalah empat kompetisi yaitu kepribadian, sosial, profesional, dan pedagogik. Keempat komponen itu harus dibuktikan dalam bentuk portopolio, wawancara, tes, presentasi dan sikap kita pada saat mengikuti ajang gupres.

Proses menjadi gupres
  1. Persiapkan dengan baik apa yang dibutuhkan dalam lomba tersebut dengan berdasarkan kepada pedoman lomba gupres yang selalu disampaikan pemerintah setiap tahunnya.
  2. Jangan mau menjadi peserta gupres karena desakan pihak luar misalnya PGRI atau kepala sekolah padahal kita tidak siap hanya akan menghabiskan biaya, tenaga, pikiran, dan waktu saja.
  3. Karya tulis untuk bekal gupres adalah buku-buku karangan sendiri atau keroyokan/antologi dan tulisan kita yang pernah dimuat berbagai media cetak.
  4. Persiapkan juga media pembelajaran, bimbingan kepada rekan guru, bimbingan kepada anak-anak kita hingga menjadi juara.
Beliau selalu bangkit dan terpacu untuk menjadi yang terbaik. Seperti kata mutiara beliau 
"Jangan takut berbuat salah tapi takutlah tidak bisa memperbaiki kesalahan"







Rosmalinda Aziz
SMPN 2 Kundur Barat
Karimun, Kepri